
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memastikan kesiapan penuh layanan kepelabuhanan guna menghadapi lonjakan arus mudik Angkutan Lebaran 1447 H / 2026 M. Fokus penguatan layanan akan dikonsentrasi pada lima pelabuhan utama yang diprediksi menjadi titik kumpul penumpang tertinggi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyatakan bahwa seluruh fasilitas operasional di 20 terminal penumpang yang dikelola Pelindo di wilayah timur telah dipersiapkan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik.
“Kami memastikan layanan kepelabuhanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan fisik bangunan terminal, pengaturan alur penumpang yang lebih rapi, hingga koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder terkait. Target kami adalah memastikan mobilitas masyarakat selama musim mudik tahun ini berjalan lancar dan aman,” ujar Abdul Azis.
Transformasi Layanan dan Keselamatan
Selain kesiapan infrastruktur, Pelindo Regional 4 mengedepankan transformasi layanan “Sepenuh Hati”. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan fasilitas pendukung di ruang tunggu penumpang, area laktasi, hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Abdul Azis juga menegaskan bahwa standar keselamatan operasional tetap menjadi prioritas tertinggi. Berkaca pada periode mudik tahun sebelumnya, operasional terminal di wilayah Regional 4 tercatat sukses mempertahankan rekor zero accident (nihil kecelakaan) maupun fatality.
Pemetaan 5 Titik Krusial
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi data tahun-tahun sebelumnya, terdapat lima pelabuhan yang menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di KTI.
5 Pelabuhan Fokus Utama Mudik 2026:
Makassar (Sulawesi Selatan)
Balikpapan (Kalimantan Timur)
Ambon (Maluku)
Parepare (Sulawesi Selatan)
Ternate (Maluku Utara)
“Kelima pelabuhan ini menjadi fokus utama penguatan personel dan fasilitas karena potensi lonjakan penumpangnya paling tinggi. Kami telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk optimalisasi ruang terminal dan koordinasi ketat dengan operator kapal serta KSOP,” jelas Yusida.
Sinergi Lintas Instansi
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pelindo Regional 4 secara aktif berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengatur jadwal sandar kapal dan mencegah terjadinya penumpukan penumpang di area dermaga maupun terminal.
“Sinergi dengan operator kapal, KSOP, dan pihak keamanan dilakukan agar seluruh proses, mulai dari embarkasi hingga debarkasi, dapat berjalan tertib dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang rindu pulang ke kampung halaman,” pungkasnya.
Dengan kesiapan ini, Pelindo Regional 4 optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 H dapat mendukung kelancaran konektivitas laut di kawasan Indonesia Timur secara berkelanjutan.


Tidak ada komentar