
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Anjungan Pantai Losari menyambangi Kantor DPRD Kota Makassar, Kamis (2/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana penataan kawasan wisata yang dinilai mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, para pedagang mengungkapkan kekhawatiran akan kehilangan mata pencaharian yang telah ditekuni selama bertahun-tahun. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Akamuddin, menegaskan bahwa langkah pemerintah bukanlah penggusuran, melainkan penataan.
”Pemerintah tidak ingin menzalimi masyarakat. Istilah penggusuran itu terlalu negatif. Fokus kami adalah menciptakan kawasan yang tertib, bersih, dan nyaman tanpa mengabaikan kepentingan pedagang kecil,” ujar Hendra.
Hendra menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk menghindari adanya “penumpang gelap”. Nantinya, para pedagang akan ditempatkan kembali di lokasi yang disediakan secara gratis berdasarkan jenis dagangannya.
Sementara itu, Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Hartono, meminta pemerintah mengedepankan aspek keadilan sosial. “Jangan sampai penataan ini justru melahirkan persoalan baru. Dalam konsep kota inklusif, kebijakan tidak boleh mengesampingkan hak hidup masyarakat kecil,” tegasnya.


Tidak ada komentar