

BALI.DAULATRAKYAT. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) sebagai pilar utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rezky Ernadi Wimanda, di hadapan para insan pers dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Wartawan dan Capacity Building Media Engagement yang berlangsung selama empat hari di Bali.
Dalam pemaparannya, Rezky menjelaskan bahwa penguatan UMKM dan optimalisasi ekosistem syariah saling melengkapi dalam menciptakan struktur ekonomi yang tahan terhadap dinamika serta ketidakpastian global. Langkah strategis ini berfokus pada pengembangan rantai nilai halal (halal value chain) dari hulu ke hilir, khususnya pada sektor-sektor unggulan seperti industri kuliner halal, busana muslim, hingga pariwisata ramah muslim di Sulawesi Selatan.
Selain pengembangan industri, Bank Indonesia terus mempercepat adopsi digitalisasi bagi para pelaku usaha melalui perluasan pemanfaatan QRIS dan peningkatan literasi keuangan digital. Upaya ini diimbangi dengan perluasan akses pembiayaan berbasis syariah yang inklusif serta pendampingan sertifikasi halal secara masif guna meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar domestik maupun global.
Rezky menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar penopang daya tahan saat terjadi krisis, melainkan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, ketika kapasitas UMKM ditingkatkan dan disinergikan dengan prinsip ekonomi syariah yang berkeadilan, fondasi ekonomi daerah akan terbangun jauh lebih kokoh dan merata.
Rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas media yang digelar selama empat hari di Bali ini juga menjadi wujud komitmen BI Sulsel dalam memperkuat sinergi bersama insan pers. Rezky berharap insan media dapat terus menjadi mitra strategis dalam menyebarkan edukasi, memperluas literasi kebanksentralan, serta menyuarakan narasi positif terkait pengembangan ekonomi daerah kepada masyarakat luas.


Tidak ada komentar