

MAKASSAR,DAULATRAKYAT- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus berupaya memperkecil selisih (gap) antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala OJK Sulselbar, Moh Mochlasin, usai pembukaan Fin Expo 2026 di Mall Trans Studio Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Moh Mochlasin mengungkapkan, tingkat penggunaan jasa keuangan (inklusi) di Sulawesi Selatan saat ini terbilang tinggi, yakni mencapai sekitar 94 persen. Namun, tingkat pemahaman masyarakat (literasi) terhadap produk keuangan yang mereka gunakan masih berada di angka 61 persen.
”Artinya, masih ada sekitar 33 persen masyarakat yang sudah terlibat menggunakan jasa keuangan, tetapi belum memahami sepenuhnya. Celah inilah yang rawan dimanfaatkan oknum untuk penipuan maupun penjualan produk keuangan tak berizin,” ujar Mochlasin.
198 Kegiatan Edukasi dan Edukasi 2 Juta Orang
Untuk mengatasi persoalan tersebut, OJK Sulselbar terus bersinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta lembaga jasa keuangan. Sepanjang tahun 2026, OJK telah menggelar sebanyak 198 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 2 juta orang.
Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari Duta Literasi Keuangan, siaran radio, sosialisasi di kampus-kampus, pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku UMKM, hingga kegiatan business matching.
Melalui gelaran Fin Expo 2026 di Mall Trans Studio Makassar, OJK memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang gemar berkumpul di pusat perbelanjaan untuk mengedukasi masyarakat secara lebih santai.
”Selama pelaksanaan expo, kami menargetkan sekitar 25.000 pengunjung dapat teredukasi. Pengunjung diharapkan mendatangi setidaknya lima booth untuk mendapatkan pencerahan mengenai berbagai produk dan layanan jasa keuangan,” jelasnya.
Ekonomi Sulsel Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Mochlasin juga memaparkan kondisi perekonomian Sulawesi Selatan yang mencatatkan tren positif. Pada Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,59 persen, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Menurutnya, tiga sektor utama penyokong pertumbuhan ekonomi di Sulsel adalah sektor konstruksi, perdagangan, serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
”Kita juga mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui komoditas unggulan seperti rumput laut, kakao, dan kelapa di Kepulauan Selayar. OJK berkomitmen mendukung program One Product One City atau ‘Satu Kota Satu Ikon’ yang dicanangkan pemerintah daerah agar perekonomian Sulsel terus bergerak maju,” pungkasnya.


Tidak ada komentar