Appi Tegaskan Tak Ada Larangan Takbiran di Makassar: Fokus di Wilayah, Tanpa Konvoi dan Petasan

Redaksi
18 Mar 2026 06:24
Bisnis News 0 15
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajaran camat dan lurah untuk memfasilitasi serta mengawal pelaksanaan malam takbiran di wilayah masing-masing. Langkah ini diambil guna memastikan perayaan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan religius.

​Instruksi tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terhadap tradisi syiar Islam, dengan tetap mengedepankan aspek ketertiban umum dan keselamatan warga.

​”Takbiran tetap dilaksanakan. Saya minta Pak Camat dan Pak Lurah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan malam takbiran berjalan aman dan tertib di wilayah mereka,” ujar Munafri, Rabu (18/3/2026).

​Bukan Larangan, Tapi Pengaturan

Pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan kembali bahwa pemerintah sama sekali tidak melarang aktivitas takbiran. Kebijakan yang dikeluarkan justru bertujuan untuk mengorganisir kegiatan agar lebih terarah melalui koordinasi di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW.

​”Silakan siapkan apa yang perlu dipersiapkan dengan baik melalui koordinasi setempat. Laksanakan takbir bersama masyarakat di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

​Menurut Appi, pemusatan takbiran di lingkungan tempat tinggal sangat penting untuk menjaga kekhusyukan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Ia menilai takbiran bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat persaudaraan.

​Larangan Konvoi dan Petasan

Meski mendukung penuh pelaksanaan takbiran, Wali Kota Makassar secara tegas melarang aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan kenyamanan publik, seperti konvoi kendaraan bermotor, penggunaan knalpot bising, serta penyalaan petasan atau mercon.

​”Tidak ada larangan takbiran. Yang dilarang adalah konvoi di jalan raya dan penggunaan petasan yang bisa mengganggu ketertiban umum,” tegas Appi.

​Sinergi dengan Aparat Keamanan

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif di lapangan, Munafri meminta camat dan lurah bersinergi dengan aparat kepolisian dan TNI dalam melakukan pengawasan. Sinergi ini diharapkan mampu mencegah potensi gesekan antar-kelompok serta menciptakan suasana kondusif.

​”Kita berharap masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idulfitri 2026 dengan penuh suka cita, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x