Dr. Azhari Sirajuddin Pimpin Momentum Halal Bihalal Keluarga Besar Dato’ Ince Abdullah

Redaksi
23 Mar 2026 08:28
News 0 142
4 menit membaca

KABUPATEN GOWA.DAULATRAKYAT. Suasana penuh kehangatan sekaligus haru menyelimuti acara Halal Bihalal Keluarga Besar Dato’ Ince Abdullah yang diselenggarakan pada Senin, 23 Maret 2026. Bertempat di The Danau Bebek Sawah, Jalan Macanda 2, Kabupaten Gowa, pertemuan ini menjadi ajang penguat tali silaturahmi bagi seluruh keturunan dari berbagai rukun keluarga.

​Antara Syukur dan Rasa Duka

​Acara yang dimulai pada pukul 14.30 WITA ini berlangsung dalam suasana yang keakraban. Di tengah kegembiraan berkumpul setelah momen Hari Raya Idul Fitri keluarga besar juga tengah dirundung duka atas berpulangnya putra dari Bapak Abraham Halili.

​Ketua Umum Rumpun Keluarga Dato’ Ince Abdullah, Dr. Azhari Sirajuddin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa duka satu anggota adalah duka seluruh keluarga besar.

​”Tadi pagi saya berada di rumah duka hingga pukul 10.00 sebelum bertolak ke sini. Jadi, di balik kebahagiaan kita hari ini, kita juga merasakan kesedihan yang mendalam sebagai satu keluarga besar. Inilah pentingnya kita berkumpul untuk saling menguatkan,” ujar Dr. Azhari.

​Mencari Jejak Sejarah dan Silsilah Dato’Ince Abdullah

​Dalam kesempatan tersebut, Dr. Azhari juga menyinggung pentingnya mendokumentasikan sejarah asal-usul keluarga Dato’ Ince Abdullah yang memiliki akar kuat di Sulawesi Selatan, mulai dari Pangkep, Parepare, Sidrap, hingga Pinrang.

Disebutkan bahwa silsilah keluarga ini diyakini memiliki keturunan Melayu yang jejaknya tersebar dari Kabupaten Pangkep hingga Bulukumba.

​”Saya berharap ke depannya ada keluarga yang bisa bercerita lebih lengkap tentang sejarah Dato’ Ince Abdullah. Agar generasi muda, seperti para keponakan dan cucu, tidak kehilangan identitas dan tetap saling mengenal satu sama lain,” tambahnya.

​Gotong Royong dan Komitmen Panitia

​Keberhasilan acara tahun ini tidak terlepas dari peran aktif panitia yang dikomandoi oleh Dr. Gisman Mengusung prinsip “dari kita untuk kita”, acara ini berhasil mengumpulkan dana swadaya yang cukup besar untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan berkelanjutan.

​Panitia, Dr. Gisman, memastikan setiap rukun keluarga mulai dari rukun Dato’ Pance Syamsudin hingga rukun lainnya terwakili dan saling bahu-membahu.

Dr. Azhari pun memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan panitia seperti Ahmad yang menjadi salah satu panitia Halal Bihalal tahun ini.

​Adapun momentum Halal Bihalal ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga Ukhuwah Islamiyah.

​”Kalau tidak ada acara seperti ini, setahun sekali pun kita belum tentu bisa bertemu. Saya berkomitmen, selama ada umur panjang dan rezeki, kita akan terus melaksanakan kegiatan ini agar kebersamaan dalam bingkai keluarga besar tetap terjalin abadi,” tutup Dr. Azhari.

​Sementara itu selaku Pamitia dr Muhammad Gisman mengatakan kesyukuran dan terima kasihnya pada semua rumpun keluarga Dato Ince Abdullah yang menyempatkan hadir pada acara Halal Bihalal tahunan tersebut.

Ia pun menceritakan tentang sejarah dan silisilah Dato’ yang artinya kakek/nenek  yang berdarah bangswan bugis melayu yang makamnya berada di Kabupaten Pare-Pare provinsi Sulawesi Selatan

Ince Abdullah Dg Mangatta sendiri merupakan seoramg guru  yang berasal dari Melayu kemudian menikahi gadis Bugis hingga beranak pinak di tanah bugis khususnya Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan.

Misteri Silsilah dari Pangkep hingga Pinrang

​Dalam sambutannya, dr Gisman  selaku ketua panitia mengungkapkan pentingnya menelusuri kembali sejarah sang kakek buyut.

Diakuinya bahwa masih banyak potongan cerita yang perlu disatukan, mulai dari peran Dato’ Ince Abdullah di Kabupaten Pangkep hingga jejak keturunannya di Sidrap,Pinrang dan beberapa tempat lainnya lagi.

​”Ada cerita bahwa beliau pernah mengajar di Pinrang, dan jejak sejarahnya juga kuat di Pangkep. Beliau menikah di Parepare dengan orang Sidrap, dari sanalah lahir anak-anak yang kemudian menjadi tokoh,dan rata-rata sukses dengan profesi yamg digelutinya,” ujar Gisman di hadapan ratusan anggota keluarga.

​Ia juga menyebutkan adanya pengaruh keturunan Melayu dalam darah keluarga Dato’ Ince Abdullah, yang jejaknya terdeteksi hingga ke Bulukumba.

“Saya mulai mempelajari ini, dan ke depannya saya berharap ada keluarga yang bisa bercerita lebih lengkap agar kita bisa bukukan sejarah ini secara resmi,”pumgkasnya.

Acara diakhiri dengan sesi berbagi cerita pengalaman masa kecil, seperti kenangan membawa “telur penyu” hingga menikmati kue klepon tempo dulu, yang semakin menambah keakraban di antara ratusan anggota keluarga yang hadir.

Acara juga di warnai dengan pembagiam doorprise dengan hadiah utama 1 buah  motor EV.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x