
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat kinerja sektor jasa keuangan di Sulsel sepanjang tahun 2025 tetap resilien dan stabil. Performa positif ini menjadi katalisator utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 5,43 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,02 persen.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa stabilitas ini tercermin dari pertumbuhan di tiga pilar utama: Perbankan, Pasar Modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Perbankan: Kredit Produktif Kembali Menggeliat
Sektor perbankan di Sulsel mencatatkan total aset sebesar Rp214,32 triliun per Desember 2025, tumbuh 5,33 persen (yoy). Salah satu kabar baik datang dari penyaluran kredit yang mencapai Rp172,92 triliun.
”Penyaluran kredit tahun 2025 tumbuh 5,26 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Menariknya, kredit produktif kini tumbuh positif 3,06 persen, setelah sempat terkontraksi di tahun 2024. Ini menandakan sektor riil di Sulsel mulai bergerak kencang,” ujar Muchlasin dalam siaran persnya, Minggu (1/3).
Sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi porsi kredit dengan share 22,19 persen. Sementara itu, Perbankan Syariah mencatatkan pertumbuhan aset yang sangat impresif, yakni melonjak 22,38 persen menjadi Rp21,81 triliun.
UMKM dan Pasar Modal Jadi Primadona
Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan terus diperkuat. Porsi kredit UMKM di Sulsel mencapai Rp61,69 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 907 ribu debitur. Segmen mikro mendominasi dengan pangsa pasar 53,99 persen.
Di sisi lain, minat investasi masyarakat Sulsel di Pasar Modal juga meroket. Jumlah investor (SID) tumbuh 31,23 persen menjadi 525.596 SID. Sepanjang tahun 2025, akumulasi transaksi saham di Sulawesi Selatan menembus angka fantastis, yakni Rp39,90 triliun.
IKNB dan Edukasi Keuangan
Lini Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga menunjukkan dinamika positif:
Fintech P2P Lending: Tumbuh pesat 34,56 persen.
Lembaga Penjaminan: Tumbuh 36,64 persen.
Modal Ventura: Tumbuh 7,97 persen.
Untuk memastikan pertumbuhan ini dibarengi dengan pemahaman masyarakat, OJK Sulselbar telah menjangkau 288.063 peserta melalui 19 kegiatan edukasi keuangan selama Januari 2026.
Layanan Konsumen & SNLIK 2026
Terkait perlindungan konsumen, OJK menangani 179 layanan pengaduan pada awal tahun ini, didominasi oleh isu fintech dan perbankan. Saat ini, OJK juga tengah mengawal Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 di 24 kabupaten/kota di Sulsel untuk memetakan kualitas literasi keuangan masyarakat secara akurat.
”Stabilitas ini adalah modal kuat bagi Sulsel untuk menghadapi dinamika ekonomi global tahun ini,” pungkas Muchlasin.


Tidak ada komentar