Harmoni di Bulan Suci: Wali Kota Munafri Buka Puasa Bersama di Festival Cap Go Meh 2026

Redaksi
3 Mar 2026 07:44
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya menjaga moderasi beragama dan merawat keberagaman sebagai fondasi utama harmoni di Kota Daeng. Hal ini disampaikannya saat menghadiri buka puasa bersama dalam rangkaian Festival Cap Go Meh Zou-Zou Makassar yang digelar oleh WALUBI Sulawesi Selatan di Jalan Sulawesi, Selasa (3/3/2026).

​Momen ini menjadi istimewa karena perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menciptakan pemandangan indah di mana berbagai elemen masyarakat membaur dalam kebersamaan.

​Simbol Toleransi dan Kota yang Terbuka

​Pria yang akrab disapa Appi ini memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara. Menurutnya, kolaborasi antara tradisi Tionghoa dan tradisi buka puasa umat Islam dalam satu wadah merupakan bukti nyata bahwa Makassar adalah kota yang inklusif.

​”Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat toleran. Kota yang memberikan keluwesan dalam hidup bermasyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang, agama, maupun warna kulit,” ujar Munafri.

​Beliau berharap agar semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti pada acara seremonial, tetapi menjadi karakter sehari-hari warga Makassar dalam berinteraksi.

​Isyarat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bersama

​Bagi mantan CEO PSM ini, perayaan yang bertepatan dengan Ramadan adalah simbol kuat bahwa seluruh masyarakat Makassar bisa tumbuh dan membangun kolaborasi secara berdampingan.

​Poin Utama Sambutan Wali Kota:

​Moderasi Beragama: Makassar menjadi ruang aman bagi setiap keyakinan untuk menjalankan tradisinya.

​Kolaborasi Inklusif: Keberagaman bukan penghalang, melainkan modal untuk membangun kota secara bersama-sama.

​Kehidupan Nyata: Nilai toleransi harus terimplementasi dalam perilaku sosial sehari-hari, bukan sekadar simbol saat festival.

​Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal (UMKM)

​Selain aspek sosial dan budaya, Munafri juga menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan Festival Cap Go Meh Zou-Zou. Kehadiran festival ini terbukti menjadi stimulus bagi para pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.

​Ruang Partisipasi: Memberikan panggung bagi UMKM lokal untuk menjajakan produk mereka.

​Perputaran Ekonomi: Menciptakan transaksi nyata yang menguntungkan masyarakat sekitar selama penyelenggaraan festival.

​”Acara ini memberikan gambaran jelas adanya perputaran ekonomi yang bisa didapatkan masyarakat dari setiap penyelenggaraan festival budaya seperti ini,” tambahnya.

​Kehadiran Tokoh Lintas Sektor

​Acara ini berlangsung hangat dengan kehadiran tokoh lintas agama, perwakilan Kementerian Agama Sulsel, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, serta jajaran SKPD Pemerintah Kota Makassar.

​Wali Kota menutup sambutannya dengan membuka secara resmi Festival Cap Go Meh Makassar 2026 dan mendoakan agar kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x