HORE Expo 2026: Strategi “Gas Poll” PHRI Sulsel Bangkitkan Industri Pariwisata dan UMKM

Redaksi
23 Jan 2026 09:43
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Menghadapi dinamika industri pariwisata yang penuh tantangan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan resmi membuka gelaran HORE (Hotel dan Restoran) Expo 2026.

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II PHRI Sulsel ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 26 Januari 2026.

​Eksibisi ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pelaku usaha, tetapi juga menjadi simbol optimisme sektor perhotelan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

​Ketua Panitia Rakerda II PHRI Sulsel, Yuni Wardiyanti, mengungkapkan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi inklusif. Selain agenda konsolidasi internal organisasi, expo ini menjadi daya tarik utama dengan menghadirkan:

​18 Tenant UMKM unggulan daerah dan 18 Tenant Pelaku Usaha HORE (Hotel dan Restoran) ada pula beragam kompetisi yang berhadiah puluhan juta rupiah.

​PHRI Fun Run sebagai penutup rangkaian kegiatan untuk mempromosikan gaya hidup sehat.

Inovasi di Tengah Tantangan

​Ketua PHRI BPD Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, tidak menampik bahwa industri perhotelan saat ini masih berada dalam fase yang cukup berat. Namun, pihaknya memilih untuk tetap progresif.

​”Walaupun kondisi perhotelan saat ini menantang, kami di PHRI tidak berhenti berinovasi. Kami menghadirkan kegiatan yang nyata manfaatnya untuk meningkatkan gairah ekonomi di Makassar dan Sulawesi Selatan,” tegas Anggiat.

​Ia berharap keterlibatan puluhan tenant ini mampu menciptakan transaksi nyata dan memperkuat perputaran ekonomi lokal secara bertahap.

Dukungan Penuh Pemerintah Kota Makassar

​Langkah agresif PHRI di awal tahun ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Makassar. Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra, menyebut aksi PHRI ini sebagai bentuk percepatan ekonomi yang luar biasa.

​”Kami bersyukur di awal tahun 2026 ini PHRI sudah gas poll. Kegiatan seperti ini adalah ruang perputaran ekonomi yang sangat penting bagi kota kita,” ujar Ahmad.

​Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Makassar telah menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya:

​Penguatan Branding: Mengukuhkan posisi Makassar sebagai kota gastronomi.

​Digitalisasi: Pengembangan Super Apps Lontara+ sebagai sistem informasi terintegrasi bagi masyarakat dan wisatawan.

​Promosi Internasional: Mengaktifkan kembali promosi wisata ke mancanegara yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.

​Melalui sinergi antara PHRI, pelaku UMKM, dan Pemerintah Kota, HORE Expo 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan industri pariwisata Sulsel yang lebih berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x