
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren penguatan signifikan hingga menembus rekor All Time High (ATH) sebanyak enam kali dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan sejak Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025.
Penguatan ini terjadi setelah pasar modal Indonesia sempat mengalami koreksi tajam (anjlok) di hari-hari awal pasca-pergantian Menkeu.
Gejolak Awal: Sentimen “Sri Mulyani Effect”
Pergantian Menkeu yang mengejutkan dari Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal sebagai figur sentral dalam menjaga disiplin fiskal, memicu sentimen ketidakpastian jangka pendek di pasar.
Reaksi Hari Pertama: Pada 9 September 2025, sehari setelah Sertijab, IHSG dilaporkan anjlok (jeblok) hingga 1,78% ke level 7.628, dengan saham-saham big caps perbankan menjadi target aksi jual.
Kekhawatiran Analis
Sejumlah analis menilai pelemahan ini sebagai shock pasar akibat hilangnya sosok Sri Mulyani yang dianggap sebagai “jangkar stabilitas fiskal” dan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit anggaran di bawah Menkeu baru.
Lonjakan dan Optimisme Pasar: Dua Kebijakan Utama Purbaya
Koreksi tajam tersebut terbukti hanya bersifat sementara. Pasar dengan cepat membalikkan arah (rebound) dan mencatatkan kenaikan yang diklaim Menkeu Purbaya sebagai “naik kencang” dalam sebulan pertamanya menjabat. Lonjakan ini didorong oleh dua faktor kunci:
Gebrakan Dana Rp200 Triliun ke Bank BUMN
Pada 12 September 2025, Menkeu Purbaya mengumumkan dan mulai menyalurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara (terutama Himbara).
Tujuan: Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas di sistem finansial dan mendorong percepatan penyaluran kredit (pro-growth) demi menggerakkan sektor riil dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan ini disambut positif oleh pasar sebagai langkah konkret dan agresif untuk memastikan stabilitas dan likuiditas perbankan di tengah dinamika ekonomi global.
Visi ‘Pro-Growth’ dan Rekor ATH
Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa IHSG telah mencetak rekor tertinggi (ATH) berkali-kali di era Menkeu Purbaya.
Pada awal Oktober 2025, IHSG telah melesat sekitar 8500 sepanjang 2025 dari posisi saat Purbaya dilantik.
Persepsi Investor: Investor institusi dan asing mulai merespons positif terhadap arah kebijakan pemerintah yang dipersepsikan pro-pertumbuhan (pro-growth).
Keyakinan Purbaya: Menkeu Purbaya sendiri optimistis dan bahkan memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 36.000 pada tahun 2035, yang semakin memperkuat sentimen jangka panjang di kalangan pelaku pasar.
Sentimen pasar terhadap Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan peralihan dari ketidakpastian awal menjadi optimisme yang kuat terhadap kebijakan fiskal yang lebih fokus pada stimulus pertumbuhan.
Meskipun awalnya anjlok, penguatan IHSG yang signifikan dan pemecahan rekor ATH secara beruntun membuktikan adanya peningkatan kepercayaan investor terhadap kepemimpinan dan kebijakan ekonomi Menkeu baru.
Menyikapi hal tersebut kepala Kantor Wilayah BEI Makassar Fahmin Amirullah mengatakan tidak ada faktor spesifik melonjaknya IHSG namun yang ada Purbaya sukses meyakinkan pasar terhadap gebrakannya diawal beliau menjabat.
Hal yang sama juga dikatakan Kepala Kantor OJK Sulselbar Muchlasin saat Jurnalis Update di Malang Jawa Timur.
“Khan viral di sosmed bagaimana sikap dan gaya Koboy yang ceplas ceplos sukses menarik perhatian masyarakat Indonesia dan tentunya ini berpengaruh terhadap kenaikan IHSG,”pungkas Michele sapaannya


Tidak ada komentar