Ikuti Arahan Pusat, Wali Kota Makassar Batasi Open House Idulfitri Jadi Satu Hari

Redaksi
19 Mar 2026 14:07
2 menit membaca

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar resmi memangkas durasi pelaksanaan open house Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini diambil menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 400.6/3245/SJ terkait pembatasan kegiatan seremonial di tengah suasana duka nasional akibat bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjalankan instruksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan empati bangsa.

​”Kami sudah menerima edaran dari Kemendagri untuk mengurangi kegiatan open house. Sebagai pemerintah daerah, tentu kita harus patuh dan menyesuaikan,” ujar pria yang akrab disapa Appi ini saat bertemu awak media di Rujab Wali Kota, Kamis (19/03/2026).

​Hanya Dua Jam di Hari Pertama

​Rencana awal yang menjadwalkan silaturahmi selama dua hari kini direvisi total. Wali Kota menjelaskan bahwa gerbang Balai Kota hanya akan dibuka pada hari pertama lebaran dengan durasi yang sangat terbatas.

​Lokasi: Pelataran Balai Kota Makassar (Jalan Jenderal Ahmad Yani/Jalan Baru).

​Waktu: Hari Pertama Idulfitri (H1).

​Durasi: Pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.

​”Setelah salat Id, kami langsung ke Balai Kota untuk menyapa masyarakat. Waktunya hanya dua jam saja, setelah itu tidak ada lagi kegiatan open house agar kita tetap tertib aturan,” jelas Appi.

​Solidaritas di Tengah Bencana

​Pembatasan ini merujuk pada Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-40/MS/HL.00/03/2026. Pemerintah pusat mengimbau agar energi dan anggaran seremonial dialihkan pada kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti penyaluran santunan dan bantuan sosial.

​Pertimbangan utamanya adalah kondisi nasional yang masih berduka akibat musibah bencana alam di sejumlah daerah, serta perlunya menjaga stabilitas sosial-ekonomi di tengah dinamika global.

​”Di dalam edaran ditekankan bahwa saat ini banyak saudara kita yang terkena bencana. Itulah alasan mengapa kita kurangi durasinya menjadi satu hari saja bagi masyarakat umum dan jajaran SKPD yang ingin datang,” tambahnya.

​Ajakan Memperkuat Kepedulian

​Meski durasi tatap muka dipersingkat, Munafri berharap makna Idulfitri tidak berkurang. Ia mengajak jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh warga untuk lebih fokus pada penguatan kepedulian sosial daripada sekadar perayaan formal.

​Langkah ini diharapkan dapat mempererat persatuan dan semangat gotong royong, menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x