Inovasi Pelayanan via WhatsApp dan Penataan Kawasan, Camat Panakkukang: Tidak Ada Penggusuran, yang Ada Penataan

Redaksi
24 Feb 2026 03:00
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID  Camat Panakkukang, Syahrir, berkomitmen membawa perubahan signifikan di wilayahnya melalui dua fokus utama: digitalisasi pelayanan publik dan penataan ruang kota yang lebih tertib.

Salah satu terobosan yang diusung adalah sistem pelayanan jemput bola untuk administrasi urgen tanpa masyarakat harus datang ke kantor camat.

Layanan “Antar ke Rumah” via WhatsApp

​Syahrir menjelaskan bahwa ke depannya, masyarakat Panakkukang yang membutuhkan surat keterangan mendesak—seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau Akta Kematian—cukup mendaftar melalui WhatsApp Web.

​”Kami ingin pelayanan yang sifatnya urgensi itu tidak usah ke kantor. Cukup daftar lewat WhatsApp, nanti persyaratannya diverifikasi, dan suratnya langsung diantar ke rumah warga menggunakan armada motor dari kelurahan,” ujar Syahrir usai mengikuti rapat koordinasi bersama Komisi A Senin (23/2/2026).

​Meski demikian, untuk urusan yang memerlukan kehadiran fisik seperti perekaman KTP elektronik, masyarakat tetap diimbau datang langsung guna memastikan validitas data biometrik.

Penataan Kawasan Lemina: Solusi Banjir dan Kemacetan

​Selain pelayanan, Syahrir memberikan perhatian khusus pada penataan drainase dan trotoar, terutama di kawasan Jalan Lemina. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah bukanlah penggusuran, melainkan penataan demi kepentingan publik yang lebih besar.

​”Perlu masyarakat tahu, ini bukan penggusuran, tetapi penataan lokasi di atas drainase yang tidak sesuai peruntukannya. Saat ini banyak pedagang kaki lima di Lemina yang menduduki trotoar dan lahan milik PDAM. Hal ini menutup drainase sehingga memicu banjir,” tegasnya.

Tantangan 500 Ribu Jiwa di Panakkukang

​Kecamatan Panakkukang memiliki dinamika yang unik dengan jumlah penduduk dan pendatang yang bisa mencapai 500.000 jiwa pada siang hari. Hal ini menuntut penanganan ekstra, mulai dari pengelolaan parkir mal, kemacetan, hingga ketertiban lingkungan.

​Untuk menjaga kondusivitas, khususnya selama bulan Ramadan, pihak kecamatan bekerja sama dengan Tim Asbabin Kecamatan untuk melakukan patroli rutin.

Sinergi dengan Legislatif

​Menutup arahannya, Syahrir menekankan pentingnya kolaborasi dengan Komisi di DPRD sebagai mitra strategis. Sinergi ini diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mencari solusi bersama bagi permasalahan warga.

​”Kita harus sinergi agar fungsi pengawasan berjalan dan fungsi harapan masyarakat untuk mendapatkan solusi bisa terwujud,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x