
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Dalam Closing Speech Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Four Points by Sheraton Hotel hari ini (15/2/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah wujudkan produksi elpiji, solar, dan bensin dalam negeri tanpa impor mulai 2027.
Strategi Produksi Elpiji dan BMI Bahlil menjelaskan bahwa bahan baku elpiji dari gas (C1, C2, C3, C4) minim di Indonesia yang kaya C1-C2, sehingga produksi domestik sulit tanpa substitusi. “Kita dorong BMI (batu bara menjadi metanol) sebagai pengganti impor, gunakan kalori batubara untuk hasilkan bahan baku elpiji,” tegasnya kepada pengusaha muda HIPMI.
Adapun swasembada Solar dan Bensin tahun ini kata dia impor solar capai 39 juta KL, tapi produksi dalam negeri sudah kuat. Proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan hasilkan 5 juta KL bensin dan 3,9 juta KL solar.
Dengan B40 mandatory, impor solar nol pertama kali dalam sejarah. Untuk bensin (konsumsi 40 juta KL, produksi 14-15 juta KL), RDMP hemat 5 juta KL impor; ditambah E2 mandatory hemat 9 juta KL lagi, tinggal 11 juta KL untuk RON 92/95/98 yang diproduksi lokal 2027.
Reformasi Tambang untuk UMKM DaerahBahlil kritik regulasi tambang: 80% izin di Jakarta, pengusaha daerah kalah tender karena minim koneksi.
“Sudah saatnya orang daerah kuasai tambangnya. Kita ubah UU Minerba via PP 39 dan permen, prioritaskan UMKM/koperasi lokal,” ujar mantan pengusaha UMKM ini. Contoh: tambang di Maluku Utara/Halmahera Timur untuk warga setempat, bukan kantor Jakarta.
IA menyerukan kepada pengurus HIPMI untuk Agenda 2027 nol impor solar genset, bensin RON 92/95/98 rendah volume.
“HIPMI calon ketua umum harus punya nyali besar seperti singa, bukan kandang. Manfaatkan peluang tambang daerah ini,” ajak Bahlil.
Diketahui saat ini, 18 provinsi termasuk Sulsel dapat Izin Pinjam Pakai (PR) tambang, MK putuskan Maret 2026 untuk percepatan.
Terakhir Bahll memuji ketiga orang calon ketua umum yang akan bertarung pada hari ini.


Tidak ada komentar