
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Keluarga besar PT PELNI (Persero) Cabang Makassar menggelar kegiatan buka puasa bersama guna menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, Senin (2/3/2026). Bertempat di Kantor Cabang Jalan Jenderal Sudirman, acara ini menjadi ajang penguatan sinergi internal di tengah upaya perusahaan meningkatkan standar pelayanan transportasi laut.
Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang dihadiri oleh jajaran manajemen, karyawan, serta keluarga besar insan PELNI. Kepala Cabang PELNI Makassar, Darman, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan fondasi penting dalam membangun spirit kerja yang solid.
“Momentum Ramadan mengajarkan kita nilai kebersamaan, kepedulian, dan keikhlasan. Melalui buka puasa bersama ini, kami berharap sinergi dan semangat pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” ujar Darman dalam sambutannya.
Rangkaian acara diisi dengan tausiyah singkat yang menekankan pentingnya integritas dan empati dalam bekerja. Sebagai BUMN pelayaran nasional, PELNI Cabang Makassar berkomitmen menciptakan lingkungan kerja religius yang berdampak positif pada kualitas layanan, terutama sebagai hub utama transportasi laut di wilayah Indonesia Timur.
Diketahui PT Pelni berperan sebagai Hub Utama Makassar, merupakan pelabuhan tersibuk bagi PELNI. Hampir seluruh kapal penumpang besar (seperti KM Labobar, KM Bukit Siguntang, dan KM Umsini) menjadikan Makassar sebagai titik transit utama yang menghubungkan wilayah Barat dan Timur Indonesia.
Dijelaskan bahwa peningkatan Okupansi memasuki tahun 2026, PELNI secara nasional mencatatkan tren positif pada keterisian penumpang (load factor) yang rata-rata berada di atas 85% pada rute-rute gemuk seperti Makassar-Surabaya dan Makassar-Bau Bau.
Saat ini PELNI tengah memasifkan penggunaan aplikasi PELNI Mobile. Sinergi karyawan di lapangan sangat dibutuhkan untuk mengedukasi penumpang di pelabuhan agar beralih ke reservasi digital guna meminimalisir antrean fisik.
Adapun kesiapan dalam rangka menyambut Idul Fitri dikatakan Darman kegiatan ini menjadi pre-event penting bagi internal untuk mempersiapkan Angkutan Lebaran 2026.
“Koordinasi yang solid dibutuhkan karena Makassar biasanya mengalami lonjakan penumpang hingga 15-20% menjelang mudik,”pumgkasnya.


Tidak ada komentar