Point Pidato Presiden Prabowo Subianto pada PTBI 2025

Redaksi
29 Nov 2025 03:08
3 menit membaca

JAKARTA.DAULATRAKYAT. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025). Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya sinergi, kemandirian bangsa, dan kecepatan eksekusi program pro-rakyat, sambil mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam dan isu lingkungan.

Kewaspadaan dan Optimisme Ekonomi

​Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam. “Masalah lingkungan adalah sangat-sangat penting dalam kondisi perubahan iklim yang kita alami di bumi kita sekarang,” ujarnya. Ia juga meminta seluruh pihak untuk senantiasa meringankan penderitaan saudara-saudara yang sedang mengalami musibah bencana alam.

​Mengenai kondisi ekonomi, Presiden menyampaikan apresiasinya terhadap paparan dari Menteri Koordinator Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

​”Paparan dari Saudara Gubernur BI, saya kira secara objektif, secara jujur, bisa kita terima sebagai dua paparan yang sangat komprehensif, sangat lengkap, sangat detail, dan mencerminkan dan memberi kepada kita gambaran kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian.”ujarmya.

​Beliau menyebut bahwa hasil-hasil nyata dan prestasi yang cukup dibanggakan selama satu tahun masa pemerintahannya adalah buah dari sinergi dan kerja sama yang baik di antara para pengelola perekonomian.

Capaian dan Komitmen Pemerintahan

Presiden menyoroti beberapa capaian penting:

​Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Program ini telah menjangkau lebih dari 44 juta penerima manfaat, dengan distribusi lebih dari 2 miliar porsi makanan kepada anak-anak usia dini dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

​Tata Kelola Pemerintahan: Presiden menegaskan niat pemerintah yang ia pimpin untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, adil, dan bebas dari penyelewengan dan korupsi, serta melaksanakan kebijakan berbasis akal sehat yang pro-rakyat.

​Kemandirian Bangsa: “Kita tidak boleh tergantung [dengan negara lain]. Dan kita, demi keselamatan masa depan bangsa kita, kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri,” tegasnya, menekankan penguatan kemandirian bangsa.

Perintah Eksekusi Cepat: Satgas Darurat Jembatan

​Presiden Prabowo mengubah fokus dari data dan teori ke tindakan nyata (execution), terutama untuk masyarakat termiskin. Sebagai contoh, ia menyoroti kondisi anak-anak di daerah terpencil yang harus menyeberangi sungai berbahaya untuk bersekolah.

​Mengatasi hal ini, Presiden telah membentuk Satgas Darurat Jembatan. Ia mengerahkan mahasiswa teknik sipil, TNI, dan Polri untuk turun ke desa-desa, merancang, dan membantu membangun hingga 300.000 jembatan yang diperlukan.

​”Tidak ada kita bicara feasibility study terlalu lama, ini itu, enggak ada. Seminar, simposium… kita kerjakan ini! Kita selesaikan ini! Anak-anak kita teriak, kita harus jawab,” serunya.

​Presiden mengakhiri pidatonya dengan menekankan bahwa kunci untuk mengatasi kesulitan rakyat dan mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas adalah Sinergi, Persatuan, dan Rekonsiliasi di antara seluruh elemen bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x