Poltekpar Makassar Resmi Luncurkan SBM 2026: Fokus pada Kualitas Lulusan dan Serapan Industri

Redaksi
13 Feb 2026 02:07
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Aula Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar riuh oleh optimisme pada Rabu pagi (11/02/2026). Di balik deretan kursi yang terisi penuh, sebuah langkah besar bagi masa depan pariwisata Indonesia resmi dimulai melalui peluncuran Seleksi Bersama Masuk (SBM) Tahun Akademik 2026.

​Meskipun Menteri dan Wakil Menteri Pariwisata RI mengikuti prosesi melalui sambungan Zoom karena agenda kenegaraan mendesak bersama Presiden dan Wapres, kehadiran Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohammad Paham, memberikan penekanan kuat pada arah kebijakan pendidikan vokasi tahun ini.

Dalam arahannya, Martini Mohammad Paham atau yang akrab disapa Ibu Diah, menegaskan bahwa tantangan pariwisata masa depan tidak lagi bisa dijawab hanya dengan jumlah lulusan yang banyak.

​”Tahun ini kita fokus pada kualitas, karena kita tidak hanya menjual kuantitas saja. Perlu kita lihat bagaimana penyerapan tenaga kerja di bidang pariwisata saat ini sangat dinamis,” tegas Martini Mohammad Paham.

​Beliau menambahkan bahwa prestasi institusi pendidikan di bawah Kemenpar terbukti nyata. Rata-rata 80% lulusan sudah terserap industri dalam kurun waktu enam bulan setelah lulus. “Sisanya bukan menganggur, tapi mereka berwirausaha, melanjutkan kuliah, atau sedang dalam proses rekrutmen. Intinya, lulusan kita terserap habis di pasar kerja atau mandiri dari rumah,” tambahnya.

​Sebagai tuan rumah peluncuran, Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widaja, MM.Par., CHE., menyatakan kesiapan kampusnya dalam menyambut talenta-talenta baru. Makassar sendiri mendapatkan jatah kuota sebesar 600 kursi dari total nasional 3.610 kursi.

​”Lulusan kami secara konsisten menunjukkan pola yang stabil, yakni sekitar 85% langsung terserap di industri dan sisanya sukses membangun usaha sendiri. Pola ini kami jaga dari tahun ke tahun sebagai standar mutu,” ujar Dr. Herry Rachmat Widaja.

​Ia menjelaskan bahwa pembagian jalur masuk tetap proporsional. “Ada dua tahap utama, yaitu SBM sebesar 60% dan SMM sebesar 40%. Meski tahun ini tidak ada penambahan dari 43 program studi yang sudah ada, fokus kami adalah penguatan kurikulum agar lulusan makin kompetitif,” jelasnya lagi.

​​Tahun 2026 ini juga menjadi spesial dengan adanya kehadiran PSDKU di Manado dan Sorong sebagai bagian dari perluasan akses. Berikut adalah rincian kuota yang dipaparkan dalam acara tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x