
MAKASSAR.Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menjadikan peringatan satu tahun kepemimpinan pasangan “MULIA” (Munafri Arifuddin – Aliyah) sebagai momentum refleksi mendalam atas perjalanan politik dan pengabdiannya. Hal ini ia sampaikan di hadapan masyarakat yang memadati Lapangan Karebosi, Jumat (20/2/2026).
Dalam suasana yang hangat, Aliyah memaparkan bahwa satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi terhadap tanggung jawab besar yang diemban.
”Bagi saya pribadi, ini adalah momentum refleksi, introspeksi diri, serta koreksi tentang perjalanan, perjuangan, dan kepercayaan yang berada di pundak kami berdua untuk warga Kota Makassar,” ujar Aliyah.
Kilas Balik Pilkada 2024 dan Restu Sang Suami
Mantan Anggota DPR RI ini turut mengenang proses demokrasi yang ia lalui pada Pilkada 2024 lalu. Ia menceritakan momen bersejarah saat dirinya “dipinang” untuk mendampingi Appi. Keputusan besar tersebut mantap ia ambil setelah mendapat restu dari sang suami, Ilham Arief Sirajuddin, yang juga bertindak sebagai mentor politik sekaligus Ketua Tim Pemenangan MULIA.
Proses tersebut diakuinya bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah. Pasangan MULIA harus bekerja keras meyakinkan masyarakat melalui visi, misi, dan program unggulan Sapta MULIA.
”Dari hati kami yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Makassar, para relawan, sahabat-sahabat berjuang, serta semua pihak yang telah membersamai langkah kami hingga pasangan MULIA memenangkan Pilkada 2024,” ucapnya penuh haru.
Tantangan Tahun Pertama dan Makna Pengabdian
Memasuki satu tahun masa jabatan periode 2024–2029, Aliyah mengakui perjalanannya tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika pemerintahan. Banyak keputusan strategis yang harus segera diambil demi kepentingan rakyat.
”Namun, dukungan yang terus mengalir membuat saya yakin bahwa amanah ini harus dijalankan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” tegas sosok yang juga pernah menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Makassar tersebut.
Ia menyadari bahwa posisi Wakil Wali Kota memiliki batasan kewenangan. Kendati demikian, hal itu tidak menyurutkan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal dalam membantu Wali Kota menjalankan roda pemerintahan. Baginya, sinergi dan kolaborasi adalah kunci utama.
”Jabatan ini bukan tentang posisi, tetapi tentang pengabdian. Bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab kepada masyarakat,” imbuhnya.
Menjaga Keharmonisan Demi Makassar
Menutup sambutannya, Aliyah memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar pasangan MULIA dapat terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Ia juga menitipkan pesan penting tentang menjaga kekompakan di tengah dinamika politik maupun pemerintahan.
”Semoga kita tetap harmonis, kompak, dan solid sampai akhir masa jabatan. Saya jaga Pak Wali, kita jaga-ki’, dan sama-sama kita jaga Makassar’ta yang kita cintai dan banggakan,” pungkas Aliyah disambut riuh tepuk tangan hadirin. (*)


Tidak ada komentar