
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kekhusyukan 10 malam terakhir Ramadan 1447 H. Imbauan ini disampaikan dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Darussalam, Jalan Nusantara, Selasa (3/3/2026) malam.
Dalam sambutannya usai melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah, pria yang akrab disapa Appi ini menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum demi kenyamanan beribadah hingga malam takbiran nanti.
Fokus Ibadah, Hindari Euforia Berbahaya
Wali Kota menyoroti fenomena euforia negatif di kalangan anak muda yang kerap mengisi malam-malam terakhir Ramadan dengan menyalakan petasan dan melakukan konvoi senjata mainan (tembak-tembakan).
Larangan Petasan: Warga diminta tidak membunyikan mercon atau petasan agar tidak mengganggu kekhusyukan jemaah yang sedang beriktikaf.
Bahaya Konvoi: Appi menegaskan bahwa aksi gerombolan anak muda yang bermain tembak-tembakan di jalan raya sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Peran Orang Tua: Tokoh masyarakat, RT/RW, dan orang tua diminta aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban.
”Jangan jadikan jalan raya tempat bereksperimen. Ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi sangat membahayakan orang lain. Mari kita maksimalkan 10 hari terakhir ini untuk meraih keberkahan, bukan euforia yang merugikan,” tegas Munafri.
Antisipasi Sampah Jelang Lebaran
Selain masalah keamanan, Wali Kota juga memberikan instruksi khusus kepada camat, lurah, hingga petugas kebersihan terkait manajemen limbah rumah tangga.
Mengingat potensi lonjakan volume sampah di akhir Ramadan dan adanya petugas yang mulai mudik, Appi meminta pengaturan jadwal dilakukan sejak dini. Ia tidak ingin tumpukan sampah mengganggu estetika kota saat hari raya Idulfitri.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Ketua Golkar Makassar ini menjelaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan untuk membangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga.
Poin Utama Sambutan Wali Kota:
Silaturahmi Langsung: Pemerintah hadir di masjid-masjid (Subuh hingga Tarawih) untuk melihat langsung fenomena sosial di masyarakat.
Pembangunan Partisipatif: Program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan aktif warga.
Solusi Kekeluargaan: Mendorong penyelesaian masalah sosial di tingkat wilayah secara kekeluargaan sebelum berlanjut ke ranah hukum.
Penyaluran Bantuan Sosial
Menutup rangkaian kegiatan di Kecamatan Wajo, Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Bosowa Peduli menyalurkan bantuan paket Ramadan kepada masyarakat kurang mampu. Penyerahan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga dalam menyambut hari kemenangan.
”Mari kita berdoa agar Kota Makassar senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan keharmonisan,” pungkas Munafri.


Tidak ada komentar