
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah dalam membenahi estetika dan fungsi infrastruktur kota. Di hadapan jamaah Masjid Ikhtiar Perumahan Dosen (Perdos) Unhas, pria yang akrab disapa Appi ini menyoroti pentingnya pengembalian fungsi trotoar dan drainase sesuai peruntukannya.
Agenda tersebut merupakan bagian dari Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Jumat (27/2/2026) malam. Selain berdialog dengan warga, Wali Kota juga menyerahkan bantuan paket pangan secara simbolis kepada 10 penerima manfaat dari kalangan dhuafa, termasuk imam masjid, marbot, petugas kebersihan, hingga penggali kubur.
Menertibkan Hak Publik yang Terampas
Dalam sambutannya, Munafri menjelaskan bahwa penertiban lapak liar di atas drainase dan pedestrian bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan upaya penegakan hak masyarakat luas. Ia menyayangkan adanya oknum yang mengambil keuntungan pribadi dengan menyewakan lahan publik secara ilegal.
”Pedestrian dibangun menggunakan uang rakyat untuk pejalan kaki. Jika di atasnya ada lapak, maka ada hak pejalan kaki yang dilanggar. Kondisi ini diperparah jika ada oknum yang menyewakan tempat tersebut, yang akhirnya membuat kawasan menjadi jorok,” tegas Munafri.
Ia menambahkan, keberadaan lapak di atas selokan juga menghambat aliran air dan memperumit pemeliharaan drainase. Meski demikian, Appi menekankan bahwa pemerintah tidak melarang warga mencari nafkah, asalkan dilakukan di lokasi yang legal dan tidak membahayakan orang lain.
”Di Makassar ini tidak dilarang mencari nafkah, tapi ada tempat yang ditentukan. Jangan mengambil hak orang lain,” imbuhnya.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi
Safari Ramadan kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, serta tokoh masyarakat di lingkungan Perdos Unhas. Munafri mengaku masukan dari berbagai elemen, termasuk kaum akademisi, menjadi motivasi bagi jajaran SKPD untuk menghadirkan karya nyata bagi Makassar.
”Kami turun langsung setiap subuh dan tarawih bersama Forkopimda untuk mendengar masukan. Kompleksitas persoalan di Makassar tinggi, tapi saya optimistis bisa selesai dengan kerja bersama,” tutur Munafri.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Ikhtiar Prof. Altin Massinai, Camat Tamalanrea Andi Patiroi, Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf, serta jajaran Ketua RW dan RT se-Kelurahan Tamalanrea Jaya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan dari Bosowa Peduli sebagai bentuk kolaborasi sosial di bulan suci. (*)


Tidak ada komentar