Sidak Pasar Terong Makassar, Dirut Bulog Pastikan Stok Aman dan Harga Sesuai HET Jelang Ramadan

Redaksi
1 Mar 2026 06:21
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Direktur Utama Perum Bulog RI, Mayjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terong, Makassar, Minggu (1/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan pokok menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

​Hasil pantauan lapangan menunjukkan kabar positif bagi daya beli warga Makassar. Harga sejumlah komoditas pangan strategis terpantau stabil dan masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Penjualan (HAP).

​Harga Pangan Pokok Terkendali

​Dalam peninjauannya, Ahmad Rizal menjelaskan bahwa beras program SPHP terjaga di angka Rp12.500/kg, sementara beras premium berada di posisi Rp14.900/kg. Untuk komoditas minyak goreng, harga stabil di angka Rp15.700/liter dengan banner harga yang terpampang jelas di setiap kios pengecer sebagai panduan konsumen.

​”Gula dan tepung juga stabil. Bahkan harga daging sapi saat ini berada di bawah HAP, yakni sekitar Rp120.000/kg dari acuan Rp140.000/kg. Sementara daging ayam di kisaran Rp32.000 hingga Rp33.000/kg. Ini menunjukkan stabilitas harga di Makassar cukup terjaga,” jelas Ahmad Rizal.

​Komoditas hortikultura di Pasar Terong pun menunjukkan tren yang lebih baik dibanding ibu kota. Cabai merah keriting dibanderol Rp20.000/kg (Jakarta Rp30.000/kg), dan cabai rawit di angka Rp60.000/kg (Jakarta mendekati Rp70.000/kg). Hal ini mengindikasikan pasokan lokal Sulawesi Selatan mampu menahan gejolak harga nasional.

​Penguatan Pengawasan dan Stok Nasional

​Guna menjaga tren positif ini, Dirut Bulog meminta Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, pengelola pasar, dan Disperindag Sulsel untuk memperketat pengawasan rutin minimal tiga kali sepekan.

​”Kami meminta pengecer agar tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara sepihak. Distribusi minyak goreng kini difokuskan kepada pengecer berbasis NIB agar lebih tepat sasaran dan mudah dikontrol,” tegasnya.

​Dari sisi ketahanan stok, Bulog melaporkan posisi cadangan beras nasional mengalami kenaikan signifikan dari 3,2 juta ton pada Desember lalu menjadi 3,6 juta ton per 1 Maret 2026. Kenaikan stok ini diharapkan menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa pasokan pangan aman hingga perayaan Idulfitri mendatang.

​Poin Penting Hasil Sidak Pasar Terong:

​Cegah Spekulasi: Pemasangan banner HET/HAP di kios memudahkan masyarakat ikut mengawasi harga.

​Jamin Pasokan: Peningkatan stok nasional menutup celah terjadinya kelangkaan barang.

​Transparansi Rantai Pasok: Penjualan melalui pengecer resmi berbasis NIB memudahkan penindakan jika terjadi pelanggaran distribusi.

​Dengan pengawasan konsisten dan pasokan yang melimpah, Pemerintah optimistis stabilitas pangan di pasar tradisional Sulawesi Selatan tetap terjaga sepanjang bulan suci. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x