
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.SMP Negeri 27 Makassar meluncurkan program pembelajaran bahasa daerah dan bahasa Inggris yang dijadwalkan setiap hari Rabu dan Jumat.
Kepala Sekolah SMP Negeri 27, Nurdin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk melestarikan bahasa lokal sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa.
Nurdin mengungkapkan program BALABASA itu adalah bahasa lokal atau bahasa asing. Bahasa lokal yang kami maksud adalah bahasa daerah seperti Makassar, Bugis, dan Toraja,Konjo (selayat dan Sinjai ) dan Selayar sedangkan bahasa asing adalah bahasa Inggris.
” Program ini hadir karena banyak masukan dari guru yang menyadari hampir seluruh siswa menggunakan bahasa daerahnya sehari-hari, khususnya setelah bahasa Makassar.Setiap hari Rabu, siswa belajar bahasa daerah, sementara hari Jumat fokus latihan berbahasa Inggris,”ujarnya.
Kegiatan belajar dimulai pukul 8.30 hingga pukul dengan durasi sekitar satu jam setengah sebagai waktu uji coba.langkah awal hanya 90 menit tp nanti akan dievaluasi dan akan ditambah waktunya.
“Kita aktifkan belajar bahasa daerah setiap Rabu dan latihan bahasa Inggris setiap Jumat agar anak-anak terbiasa mengucapkan kata-kata baru sehingga kemampuan bahasa mereka meningkat,” jelas Nurdin.
Adapun program ini juga memuat budaya “Mantha-mantha,” yaitu membiasakan siswa menggunakan bahasa daerah dan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari agar menjadi kebiasaan yang melekat.
“Kami ingin budaya ini benar-benar menjadi bagian dari cara berpikir dan berkomunikasi siswa, khususnya sebagai orang timur.”Evaluasi program sudah dimulai sejak September 2025 dan akan terus dilakukan untuk menentukan apakah waktu pelaksanaan perlu diperpanjang.
Hasil survei awal menunjukkan bahwa siswa cukup lancar bertanya dan berbicara dalam bahasa daerah dan bahasa Inggris berkat program ini.
“Kami berharap siswa tidak hanya menghafal, tapi juga dapat mengaplikasikan bahasa dengan baik lewat pembukaan di kelas, latihan, dan komunikasi sehari-hari,” kata Nurdin.
Dengan adanya program ini, SMP Negeri 27 Makassar berharap bisa menjaga kekayaan bahasa lokal sambil memberikan bekal bahasa asing yang penting untuk masa depan siswa.


Tidak ada komentar