Solidaritas di Meja Kayu: Cara IKA Unhas Merangkul ‘Dapur’ Jurnalis Makassar

Redaksi
7 Mar 2026 08:18
2 menit membaca

​MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Riuh rendah suara mesin kopi di Hometown Kopizone, Makassar, mendadak luluh oleh suasana hangat pada Jumat petang, 6 Maret 2026. Puluhan jurnalis dari berbagai lintas media berkumpul di sana.

Bukan untuk memburu rilis berita atau mengejar narasumber di depan pintu ruang rapat, melainkan untuk memenuhi undangan silaturahmi dari Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).

​Dalam agenda bertajuk Bakti Sosial dan Buka Puasa Bersama tersebut, IKA Unhas menyalurkan apresiasi berupa paket beras dan dukungan transportasi kepada sekitar 100 jurnalis.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para “kuli tinta” yang tetap bersiaga di garda depan informasi, bahkan di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan.

​Muhammad Ramli Rahim (MRR), yang hadir mewakili organisasi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni bagi-bagi bantuan. Ia justru menyoroti sisi humanis pekerja media yang sering kali terabaikan oleh publik di balik tajamnya sebuah berita.

​”Kita tahu, jurnalis sering kali lupa mengurus diri sendiri demi mengejar tenggat berita untuk kepentingan publik. Di bulan Ramadan ini, IKA Unhas ingin hadir bukan sebagai narasumber, melainkan sebagai saudara yang peduli pada ‘dapur’ rekan-rekan media,” ujar Ramli dengan nada hangat di sela-sela acara.

​Bagi IKA Unhas, keberadaan wartawan bukan sekadar pelengkap dokumentasi kegiatan. Ramli menjelaskan bahwa aksi sosial ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman. Pesan dari pucuk pimpinan organisasi alumni “Kampus Merah” itu sangat jelas: alumni harus berdiri bersama pers dalam menjaga kejernihan informasi.

​”Demokrasi yang sehat butuh jurnalis yang tangguh. Dukungan kecil ini adalah pesan dari Ketua Umum kami, Bapak Andi Amran Sulaiman, bahwa IKA Unhas sangat menghargai kerja-kerja jurnalistik sebagai pilar yang memastikan publik mendapat informasi akurat di tengah keriuhan hoaks saat ini,” tambahnya.

​Suasana semakin mencair menjelang azan Magrib berkumandang. Di atas meja-meja kayu, dialog antara alumni dan pekerja media mengalir tanpa sekat formalitas. Pertemuan ini seolah menegaskan bahwa di balik tuntutan profesionalisme jurnalis, ada hubungan emosional yang tetap terjaga erat dengan elemen intelektual dan akademisi.

​”Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan, yang terpenting, memperkuat simpul kebersamaan kita ke depan,” tutup Ramli.

​Kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama tersebut menandai komitmen IKA Unhas untuk terus memberikan dampak positif bagi ekosistem sosial di Kota Makassar, sembari memastikan harmoni antara “pencetak sarjana” dan “pembawa berita” tetap terjaga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x