
MAROS.DAULATRAKYAT.Memasuki hari kelima operasi pencarian, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan pegunungan Maros, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi titik terang dalam mengungkap penyebab jatuhnya pesawat yang membawa kru dan penumpang dalam penerbangan tersebut.
Berikut adalah detail pembaruan terkait insiden tersebut:
1. Penemuan Kotak Hitam
Tim evakuasi berhasil mengamankan Flight Data Recorder (FDR) di kedalaman lembah yang sulit dijangkau. Saat ini, tim masih berupaya mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) guna melengkapi data investigasi. Penemuan ini segera diserahkan kepada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang sudah berada di Makassar sejak awal pekan.
2. Evakuasi Korban
Hingga saat ini, sebagian besar korban telah berhasil dievakuasi ke RSUD Dr. La Palaloi Maros dan RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel. Pihak otoritas bandara memastikan bahwa seluruh keluarga korban telah diberikan pendampingan psikologis di posko crisis center.
3. Kendala Cuaca dan Medan
Kepala Basarnas Makassar menyatakan bahwa kendala utama di lapangan adalah cuaca yang sering berubah secara ekstrem. “Kabut tebal dan hujan deras di area pegunungan Maros seringkali memaksa evakuasi udara dihentikan sementara demi keselamatan personel,” jelasnya dalam konferensi pers terbaru.
4. Fokus Investigasi KNKT
Investigasi awal kini berfokus pada analisis data cuaca saat kejadian serta rekaman komunikasi terakhir pilot dengan Air Traffic Control (ATC) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti, apakah karena faktor teknis atau cuaca buruk.


Tidak ada komentar