Usung  Tema ‘Nostalgia Ramadan’, Royal Bay Makassar Siapkan 108 Menu dan Targetkan Okupansi 75 Persen

Redaksi
2 Feb 2026 14:18
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Hotel Royal Bay Makassar resmi memperkenalkan konsep berbuka puasa yang unik dan sarat akan kenangan. Dengan mengusung tema “Nostalgia Ramadan”, hotel ini mengajak para tamu memutar kembali memori masa lalu melalui suasana dekorasi ikonik dan sajian kuliner tradisional.

​General Manager Hotel Royal Bay Makassar, Darwinsyah Sandolong, mengungkapkan bahwa konsep ini bertujuan membangkitkan kehangatan kebersamaan keluarga. Ikon masa lalu seperti kendaraan Vespa hingga dekorasi lampu minyak zaman dulu akan menghiasi area hotel untuk memperkuat kesan retro.

​​Tahun ini, Royal Bay Makassar tampil totalitas dengan menyajikan 108 jenis menu setiap harinya. Pihak hotel menonjolkan aneka gorengan, rebusan, hingga pilihan sambal spesial yang beragam.

Tak hanya itu, jajanan masa kecil yang kini sulit ditemukan juga akan hadir.

​”Kami akan menyajikan makanan yang sudah jarang sekali dijual, seperti Es Gabus hingga Gulali. Total ada 108 jenis menu termasuk gorengan dan sambal spesial kami,” ujar Darwinsyah.

​Seluruh paket makan sepuasnya (all you can eat) ini dibanderol dengan harga Rp130.000 nett per pax, dengan promo menarik “Beli 10 Gratis 1″ yang berlaku kelipatan.

​Meski saat ini industri perhotelan sedang memasuki periode low season, Darwinsyah tetap optimistis menghadapi Ramadan. Ia menargetkan tingkat hunian atau okupansi sebesar 75 persen dari total kapasitas kamar yang tersedia.

​”Dari total 164 kamar yang kami miliki, saat ini ada 22 kamar yang sedang di-close karena tahap perbaikan atau renovasi. Jadi, fokus kami adalah mengoptimalkan kamar yang siap huni,” jelasnya.

​Untuk mencapai target tersebut, Royal Bay Makassar membidik pasar dari daerah dan sektor korporasi. “Market potensial kami berasal dari daerah seperti Luwu Timur dan Bantaeng. Selain itu, segmen Corporate (perusahaan) memiliki potensi besar untuk kegiatan buka puasa bersama maupun menginap selama bulan Ramadan,” tambah Darwinsyah.

Selain kuliner, manajemen juga menyiapkan area interaktif di lobi. Para tamu, terutama generasi muda, bisa mengenal dan mencoba langsung berbagai permainan tradisional zaman dulu. Dekorasi yang estetik dengan lampu-lampu minyak juga disiapkan sebagai spot foto bagi tamu yang ingin mengabadikan momen “Nostalgia Ramadan” mereka.

​Dengan strategi kombinasi antara kekuatan menu tradisional dan bidikan pasar korporasi yang tepat, manajemen berharap Ramadan 2026 menjadi momentum kebangkitan setelah masa low season.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x