Wujudkan Pemerataan, Wali Kota Munafri Pasang 40 Lampu Solar Cell di Kepulauan Sangkarrang

Redaksi
19 Apr 2026 01:59
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT Pemerintahan Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham terus membuktikan komitmen pemerataan pembangunan. Tak hanya berfokus di daratan, sentuhan infrastruktur kini mulai dirasakan secara masif oleh warga di wilayah kepulauan yang selama ini kerap luput dari perhatian.

​Salah satu janji yang direalisasikan dengan cepat adalah penyediaan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU). Hanya berselang kurang dari satu bulan sejak aspirasi warga diserap dalam Safari Ramadan Maret lalu, Munafri langsung menginstruksikan percepatan pemasangan lampu jalan.

​Penerangan Berbasis Energi Terbarukan

​Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi tenaga surya (solar cell) menjadi solusi paling efektif untuk wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses listrik konvensional.

​”Ini adalah arahan langsung Bapak Wali Kota untuk memastikan masyarakat pulau mendapatkan fasilitas yang layak. Hingga saat ini, sebanyak 40 unit lampu solar cell telah terpasang, dengan rincian:”

​25 unit di Pulau Barrang Lompo.

​15 unit di Pulau Lanjukang.

​”Lampu ini bukan sekadar alat penerang, tapi kunci untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di malam hari,” tambah Rheza, Minggu (19/4/2026).

​Segera Hadir: ‘Pete-pete Laut’ dan Konektivitas Antarpulau

​Kabar gembira lainnya bagi warga kepulauan adalah rencana pengoperasian Pete-pete Laut (transportasi laut terintegrasi) yang ditargetkan mulai beroperasi pada Mei atau Juni 2026.

​Rencana ini dimatangkan saat Munafri menerima kunjungan Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan RI, Suharto, Jumat (17/4). Transportasi ini nantinya akan melayani rute antarpulau, mulai dari Pulau Barrang Lompo hingga Lanjukang.

​”Kami ingin memperkuat konektivitas antara daratan Makassar dan wilayah kepulauan. Transportasi laut ini adalah solusi atas keterbatasan akses mobilitas yang selama ini dihadapi warga,” tegas Munafri.

​Layanan Administrasi dan Kesejahteraan Petugas

​Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, mengungkapkan bahwa transformasi di wilayahnya tidak hanya terjadi pada aspek fisik, tetapi juga pada layanan birokrasi dan kesejahteraan, di antaranya:

​Kemudahan Adminduk: Warga kini tidak perlu lagi menyeberang ke daratan atau kantor dinas pusat untuk mengurus KTP, KK, dan Akta Kelahiran. Semua layanan sudah bisa diselesaikan di kantor kelurahan masing-masing.

​Insentif Nakes & Guru: Pemerintah Kota telah merealisasikan tambahan insentif bagi tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di kepulauan, dengan besaran yang lebih tinggi dibandingkan pegawai di daratan.

​Rumah Singgah: Kedepannya, Pemkot Makassar berencana membangun rumah singgah di daratan Makassar khusus untuk warga pulau yang memiliki keperluan di kota.

​”Atas nama masyarakat kepulauan, kami sangat berterima kasih. Program-program ini manfaatnya dirasakan langsung, mulai dari terang jalanan hingga kemudahan urusan surat-menyurat,” pungkas Andi Asdhar.

​Dengan realisasi yang terukur dan respons cepat, Pemerintah Kota Makassar mengirimkan pesan kuat bahwa tidak boleh ada wilayah yang dianaktirikan dalam proses pembangunan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x