
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), dukungan publik terhadap berbagai kebijakan strategis menunjukkan angka yang sangat signifikan. Hasil survei terbaru Parameter Publik Indonesia (PPI) mengonfirmasi bahwa langkah tegas Pemerintah Kota Makassar dalam menata kota mendapat legitimasi kuat dari masyarakat.
Direktur Eksekutif PPI, Ras MD, memaparkan bahwa kebijakan penertiban parkir liar menjadi program dengan tingkat dukungan tertinggi. Dari masyarakat yang mengetahui kebijakan tersebut, sebanyak 97,5 persen menyatakan dukungannya.
”Angka ini hampir menyentuh 100 persen. Ini adalah legitimasi publik yang sangat kuat, sehingga pemerintah tidak perlu ragu melanjutkan penertiban parkir liar di berbagai titik krusial di Makassar,” ungkap Ras MD dalam ekspose survei di Hotel Mercure Makassar, Kamis (19/2/2026).
Berani Ambil Kebijakan Non-Populis
Sejak awal menjabat, Munafri memilih untuk turun langsung menangani persoalan klasik warga, seperti parkir liar dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di atas drainase serta trotoar. Meski sering dianggap kebijakan “non-populis”, data menunjukkan warga justru merespons positif.
Berdasarkan survei PPI, tingkat kesadaran publik terhadap penertiban PKL mencapai 80 persen, dengan angka dukungan sebesar 84,9 persen. Sementara itu, kebijakan relokasi pasar meski belum diketahui secara luas, namun mendapat dukungan dari 91,4 persen warga yang mengetahuinya.
”Dukungan di atas 80 persen untuk kebijakan penertiban adalah angka yang fantastis. Artinya, mayoritas warga mendambakan ketertiban ruang publik, meskipun harus melalui tindakan tegas,” jelas Ras.
Dukungan Lintas Generasi dan Wilayah
Survei PPI juga memotret bahwa kebijakan penataan kota ini diterima secara merata oleh berbagai kelompok usia:
Penertiban Parkir Liar: Didukung di atas 90% oleh Gen Z, Milenial, hingga Baby Boomers.
Penertiban PKL: Didukung di atas 80% di seluruh segmen usia.
Relokasi Pasar: Meraih dukungan di atas 88% lintas generasi.
Secara geografis, dukungan di wilayah daratan Kota Makassar sangat solid. Di Kecamatan Biringkanaya misalnya, dukungan terhadap penertiban parkir liar mencapai 100 persen. Hanya di wilayah Kepulauan Sangkarrang dukungan terhadap penertiban PKL cenderung rendah (33,3%), meski dukungan untuk parkir liar dan relokasi pasar di wilayah tersebut tetap mencapai 100 persen.
Rapor Hijau Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Selain soal penataan kota, kepemimpinan Munafri-Aliyah juga mendapat rapor hijau di sektor pelayanan dasar. Sebanyak 86 persen responden menilai layanan kesehatan di Makassar berkategori baik, sementara di sektor pendidikan angka kepuasan mencapai lebih dari 80 persen.
Tingginya kepercayaan publik juga terlihat pada dukungan terhadap proyek strategis, seperti pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
”Temuan ini merupakan indikator bahwa masyarakat memberikan kepercayaan signifikan terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini. Ini menjadi modal sosial yang kuat bagi Pak Wali Kota Munafri untuk melanjutkan agenda pembangunan Makassar ke depan,” tutup Ras MD. (*)


Tidak ada komentar