
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Memasuki awal tahun 2026, laju inflasi tahunan Provinsi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 4,11% (yoy) pada bulan Januari. Advisor BI Sulsel, Firman Hidayat, membeberkan dinamika pergerakan harga komoditas yang menjadi pendorong utama maupun penahan inflasi di wilayah ini.
Berbeda dari tren biasanya di mana bumbu dapur memicu inflasi, awal tahun ini komoditas pendorong terbesar justru datang dari aset berharga dan hasil laut. “Inflasi terutama dipicu oleh harga emas yang tetap tinggi, sementara 7 dari 10 penyumbang utama inflasi berasal dari tekanan harga ikan segar akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif,” ungkap Firman.
Berdasarkan data BI, tiga komoditas pendorong inflasi tertinggi di Sulsel pada Januari 2026 secara berturut-turut adalah emas perhiasan, ikan layang, dan ikan cakalang. Di sisi lain, Firman menjelaskan bahwa tekanan inflasi lebih lanjut berhasil ditahan oleh penurunan harga pada komoditas pangan utama. “Komoditas penahan inflasi dipimpin oleh cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah,” jelasnya


Tidak ada komentar