Jelang Idulfitri 1447 H, Mendag dan Wali Kota Makassar Pastikan Harga Pangan Stabil

Redaksi
4 Mar 2026 07:18
2 menit membaca

MAKASSAR – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah memperketat pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi pangan di Makassar, Rabu (4/3/2026).

​Peninjauan dilakukan di dua lokasi utama:

​Pasar Terong (Kecamatan Bontoala): Sebagai barometer harga pangan tradisional di Makassar.

​Baji Pamai Supermarket (Kecamatan Ujung Pandang): Perwakilan ritel modern lokal untuk memantau program belanja Ramadan.

​Kondisi Lapangan: Harga Terkendali di Bawah HET

​Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa meski terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, secara umum kondisi di lapangan masih dalam batas wajar dan terkendali.

​”Kami mengontrol harga kebutuhan menjelang Idulfitri. Memang ada kenaikan di beberapa komoditas, tapi semuanya masih dalam batas kendali dan bahkan masih banyak yang di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Munafri.

​Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan bahwa aktivitas perdagangan di Makassar berjalan normal dan stok dipastikan aman untuk memenuhi lonjakan permintaan hingga akhir Maret 2026.

​Daftar Harga Komoditas Strategis di Makassar

​Berdasarkan hasil pantauan langsung, berikut adalah rincian harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional

Komoditas Range Harga Keterangan

Cabai Rawit Rp60.000 – Rp70.000 /kg Berfluktuasi

Bawang Merah Rp40.000 /kg Relatif Stabil

Bawang Putih Rp35.000 /kg Relatif Stabil

Telur Ayam Rp57.000 – Rp60.000 /rak Tergantung ukuran

Daging Ayam Rp35.000 – Rp38.000 /kg Tergantung kualitas

Gula Pasir Rp16.500 /kg Stabil

Minyakita Rp15.600 /liter Sesuai HET

Komitmen Pengawasan Distribusi

​Sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemkot Makassar bertujuan untuk:

​Mengantisipasi Penimbunan: Memastikan tidak ada spekulan yang mengganggu distribusi.

​Menjaga Daya Beli: Memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri tanpa beban lonjakan harga yang ekstrem.

​Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat pengawasan rantai pasok dari distributor hingga pengecer.

​Kunjungan ini diakhiri dengan penegasan bahwa pemerintah akan terus bersinergi agar aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri tetap kondusif bagi pedagang maupun konsumen.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x