Unhas Perketat Integritas UTBK 2026,Siap Bantu Anak yang Kurang Mampu dan Tindak Tegas Joki

Redaksi
21 Apr 2026 11:19
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam menjaga marwah seleksi nasional masuk perguruan tinggi. Pada hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026, Selasa (21/4).

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa memimpin langsung monitoring lapangan untuk memastikan keadilan bagi puluhan ribu calon mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, memaparkan data pertumbuhan peminat Unhas yang terus menanjak tajam dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 33.600 calon mahasiswa memilih program studi di Unhas melalui jalur SNBT. Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2025 yang berada di angka 31.826 pendaftar.

​Peningkatan ini dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang masif. Unhas menyiagakan 15 lokasi ujian di Kampus Tamalanrea dengan total 43 ruang ujian.

Ujian akan berlangsung dalam dua gelombang, di mana sesi pertama dilaksanakan mulai hari ini hingga 30 April 2026, mencakup total 16 sesi (2 sesi per hari).

​Sementara itu Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, mengeluarkan peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba “bermain” dengan sistem seleksi. Beliau menekankan bahwa Unhas menggunakan segala sumber daya, termasuk koordinasi dengan kementerian, untuk mengejar bukti kecurangan.

​”Jangan coba-coba. Jika di kemudian hari ditemukan bukti kecurangan meskipun peserta sudah dinyatakan lulus, kami akan mengejar dan membatalkan kelulusannya. Kami ingin melindungi hati anak-anak yang jujur dan telah belajar siang-malam agar tidak terluka oleh perasaan bahwa ‘yang punya uang yang menang’,” tegas Prof. JJ.

​Untuk mendukung komitmen tersebut, panitia menerapkan protokol keamanan berlapis:

​Pemeriksaan Metal Detector: Dilakukan kepada seluruh peserta sebelum memasuki ruangan untuk mencegah penggunaan alat komunikasi ilegal.

​Tersedia CCTV di setiap titik, genset cadangan, hingga koordinasi intensif dengan mitra penyedia listrik dan internet.

​Untuk.pengawasannya sendiri pihak kampus akan melibatkan Anggota Senat Akademik dan tim monev nasional untuk memantau jalannya ujian secara langsung di lokasi.

​Disebutkan bahwa Tahun ini, Unhas juga memfasilitasi peserta disabilitas untuk memastikan hak pendidikan yang setara. Berdasarkan data panitia, terdapat 3 peserta disabilitas yang terdaftar, terdiri dari 1 peserta tuna wicara dan 2 peserta tunadaksa.

​Sesuai regulasi pusat, Unhas menegaskan bahwa peserta difabel tetap tidak diperkenankan didampingi oleh pihak luar di dalam ruang ujian guna menjaga sterilitas dan orisinalitas pengerjaan soal.

“Khusus untuk lokasi ujian bagi peserta disabilitas, Unhas telah mengatur penempatan di lokasi yang mudah diakses secara fisik”ungkapnya.

​Melalui monitoring ini, manajemen Unhas berharap pelaksanaan UTBK hingga 30 April mendatang dapat berjalan tanpa kendala teknis.

Rektor berharap proses ini melahirkan mahasiswa-mahasiswa terbaik yang masuk melalui cara-cara yang benar dan bermartabat, sejalan dengan status Unhas sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi keikhlasan dan pengabdian.

“Tidak boleh ada anak bangsa yang tidak kuliah karena kendala ekonomi,tidak boleh berenti kuliah karena ekonomi,”imbuh Prof JJ.

“Sekali lagi kami akan menindak tegas pelaku Joki atau jalur-jalur yang melanggar aturan,dan kita juga akan bantu anak-anak yang mau kuliah di Unhas tapi tidak mampu”pungkasnya.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x