
MAKASSAR DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar tengah gencar melakukan pembenahan tata kelola sampah dari hulu ke hilir. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi target besar pada Agustus atau September mendatang, di mana sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa harus sudah berupa residu atau sampah yang benar-benar tidak dapat diolah lagi.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa kunci keberhasilan dari program ini adalah konsistensi pemilahan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga dan pelaku usaha.
Fokus Sasar Sektor Horeka dan Dapur Besar
Menurut Melinda, produksi sampah terbesar di sektor hulu berasal dari kawasan kuliner dan dapur umum. Merujuk pada data pemetaan di Kecamatan Panakkukang, satu dapur produksi mampu menghasilkan sampah yang cukup fantastis setiap harinya.
”Dari hulu ke hilir, itu yang sedang berusaha kita buat. Berdasarkan data yang kita dapatkan di Panakkukang, satu dapur bisa menghasilkan lebih dari 100 kilogram sampah per hari. Makanya, saat ini kita fokuskan dulu di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) dan dapur-dapur tersebut,” ujar Melinda Aksa dalam rekaman koordinasi bertajuk “Memo 039.m4a”.
Saat ini, pihak kecamatan di seluruh Kota Makassar sedang gencar melakukan sosialisasi dan mendatangi langsung para pelaku usaha Horeka untuk memastikan sistem pengelolaan sampah mereka berjalan dengan baik.
Sinkronisasi Pemilahan Warga dan Kesiapan TPS 3R
Melinda juga mengingatkan agar regulasi pemilahan sampah ini berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas penunjang dari pemerintah setempat. Jangan sampai masyarakat sudah bersemangat memilah, namun sarana pengolahannya belum siap. Oleh karena itu, Pemkot Makassar mendorong seluruh kecamatan untuk berpacu membangun TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di wilayah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, sampah yang akan diangkut oleh armada penjemput (pick up) harus sudah dalam kondisi terpilah sejak dari sumber hulu. Langkah ini wajib difasilitasi oleh pihak kecamatan melalui penyediaan infrastruktur TPS 3R agar tidak terjadi ketidakselarasan (miss) antara instruksi pemerintah dan realita di lapangan. Untuk mempercepat pencapaian target, Wali Kota Makassar bahkan telah menginstruksikan seluruh jajaran SKPD, asisten, dan staf ahli untuk turun langsung membina satu kelurahan per instansi agar gerakan ini berjalan lebih masif dalam dua bulan ke depan.
Kontribusi Nyata: PKK Hadirkan Bank Sampah di Setiap Kecamatan
Sebagai motor penggerak kaum perempuan dan keluarga, TP PKK Kota Makassar mengambil peran nyata dalam menyukseskan program ini. Melinda menginstruksikan revitalisasi Bank Sampah yang selama ini dinilai belum terintegrasi dengan baik.
”Di PKK sekarang saya dorong setiap kecamatan punya Bank Sampah. Kalau selama ini bank sampah hanya menempel di perorangan, sekarang kita balik. Kita targetkan semua PKK kecamatan, bahkan PKK tingkat kota harus punya Bank Sampah sendiri. Dengan menjadi contoh langsung, kita optimis bisa menularkan kebiasaan baik ini ke masyarakat luas,” tegas Melinda optimis.
Melalui sinergi antara kader PKK, penguatan TPS 3R di kecamatan, dan pembinaan kelurahan oleh SKPD, TP PKK Makassar berharap volume sampah tereduksi besar-besaran dari hulu, sehingga target bebas sampah campuran di TPA Tamangapa dapat segera terealisasi.


Tidak ada komentar