
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Perhelatan olahraga berskala internasional Makassar Half Marathon (MHM) kembali akan digelar tahun ini, menandai tahun kelima penyelenggaraannya sekaligus memantapkan posisi sebagai pionir sport tourism di kawasan Timur Indonesia.
Ajang yang dijuluki sebagai “Lebaran Pelari” ini diproyeksikan menjadi katalis penggerak ekonomi daerah melalui kehadiran sekitar 20.000 pendatang, yang terdiri atas 12.000 peserta serta ribuan pendamping dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp2,2 miliar.
Meski alokasi ini sempat menjadi sorotan, pihak penyelenggara melalui Arief Rachman Nur menjelaskan bahwa total biaya penyelenggaraan MHM 2026 sebenarnya mencapai lebih dari Rp9 miliar.
Dukungan pemerintah hanya mencakup sebagian kecil dari total anggaran, sementara sisanya ditutupi melalui biaya registrasi peserta, sponsor, dan modal mandiri penyelenggara. Arief menegaskan bahwa standar MHM tidak dapat disamakan dengan event fun run biasa karena menggunakan perlengkapan berstandar premium.
Sebagai gambaran, satu peserta kategori half marathon mendapatkan dua jersey branded dengan nilai retail sekitar Rp299.000 per lembar, belum termasuk medali, tote bag, penggunaan timing system, hingga fasilitas hidrasi di lintasan.
Secara total, kebutuhan fasilitas untuk satu pelari mencapai hampir Rp800.000, di luar biaya operasional seperti pengamanan rute, tenaga medis, dan pengelolaan sampah.
Investasi besar ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan keamanan sesuai standar global, termasuk penyediaan layanan medis tingkat lanjut dengan peralatan Life Support (AED) serta koordinasi dengan tiga rumah sakit rujukan.
Seluruh rute juga telah melalui kalibrasi presisi dan mendapatkan sertifikasi resmi dari PB PASI untuk menjamin keakuratan jarak, termasuk penanganan teknis di titik Jalan Penghibur melalui skema pengalihan arus lalu lintas antara pukul 05.00 hingga 09.00 WITA.
Kepala Dispora Makassar, Syamsul Bahri, menekankan bahwa MHM adalah investasi strategis yang memberi dampak ekonomi besar. Dengan lebih dari 50 persen peserta berasal dari luar Kota Makassar, potensi perputaran uang sangat signifikan mengingat estimasi pengeluaran harian pelari berkisar antara Rp580.000 hingga Rp2 juta per orang selama tiga malam kunjungan.
Kondisi ini memberikan dampak langsung pada tingkat keterisian hotel, sektor transportasi, hingga pelaku UMKM kuliner di Makassar.
Sebagai bagian dari persiapan akhir, panitia akan melakukan tahapan final check di Anjungan Pantai Losari guna memastikan kesiapan area start dan finish. Selain lomba utama kategori Half Marathon dan 10K, tahun ini MHM memperkenalkan tantangan baru bertajuk “Triple Medals Challenges” yang diikuti oleh 500 pelari, serta agenda shake out run sebagai bagian dari pengalaman lomba.
Antusiasme publik terus meningkat dengan terisinya 11.000 slot dari total 12.000 kuota yang disediakan, termasuk partisipasi pelari mancanegara dari Amerika, Afrika, Jerman, hingga Jepang.
Penyelenggara lomba, Ki Harry Ramadhan, menegaskan bahwa ajang ini adalah komitmen untuk membuktikan bahwa Makassar siap menjadi tuan rumah profesional yang mampu menginspirasi gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan roda ekonomi kota secara berkelanjutan.


Tidak ada komentar