Menolak Pindah Partai, Rapiudding Targetkan PPP Kembali Lolos ke Senayan pada Pemilu 2029

Redaksi
20 Jun 2026 12:55
News Politik 0 11
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rapiudding, memberikan respons positif terhadap arahan strategis yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan penting yang berlangsung di Phinisi Claro Hotel Makassar, Sabtu (20/06/2026) siang.

​Fokus Utama: Menembus Parliamentary Threshold Pemilu 2029

​Rapiudding menilai materi dan pandangan yang dipaparkan oleh Mardiono sangat bagus dan substantif untuk membakar semangat para pengurus serta kader di daerah. Namun, legislator asal Sulsel ini menekankan bahwa pekerjaan rumah terbesar yang kini berkecamuk di pikirannya adalah bagaimana merumuskan formula terbaik agar PPP bisa kembali menembus parliamentary threshold (ambang batas parlemen) pada Pemilu 2029 mendatang.

​Ia tidak menampik adanya rasa prihatin yang mendalam di tingkat akar rumput akibat absennya keterwakilan PPP di DPR RI saat ini. Menurutnya, kekosongan kursi di pusat membuat perjuangan mengawal regulasi dan aspirasi masyarakat daerah menjadi jauh lebih menantang.

​”Tentu kasihan kita kalau tidak ada wakil di sana (Senayan). Makanya, yang paling saya pikirkan dan bagaimana caranya sekarang adalah memastikan PPP di Pemilu 2029 nanti bisa kembali ke Senayan,” ujar Rapiudding legislator Dapil Gowa Takalar tersebut.

​Loyalitas Harga Mati untuk ‘Partai Nenek Moyang’

​Di tengah dinamika politik modern yang kerap diwarnai aksi pindah partai, Rapiudding secara terbuka menunjukkan komitmen dan loyalitas tunggalnya terhadap partai berlambang Ka’bah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa PPP adalah satu-satunya partai yang ia cintai sejak pertama kali memutuskan terjun ke dunia politik hingga hari ini.

​Saking setianya, ia bahkan menegaskan tidak akan pernah menyeberang ke partai politik lain jika suatu saat nanti perjalanannya bersama PPP harus berakhir. Baginya, memilih pensiun sepenuhnya dari panggung politik jauh lebih baik daripada harus berganti bendera.

​”P3 ini memang partai yang saya suka. Mulai saya berpartai sampai sekarang tetap di P3. Kemungkinan besar kalau sudah tidak di P3, saya tidak akan berpartai lagi dan tidak bakal di politik,” tegasnya.

​Komitmen ini sekaligus mempertegas posisi PPP sebagai partai historis yang legendaris di Indonesia. Kerap dijuluki sebagai “partainya nenek moyang”, PPP memiliki akar sejarah yang kuat sejak era Orde Baru masa di mana masyarakat Indonesia saat itu hanya akrab dengan tiga kekuatan politik utama, yakni PPP, Golkar, dan PDI.

​Dengan modal sejarah yang kokoh serta loyalitas kader yang mengakar, PPP Sulsel optimistis dapat menerjemahkan arahan pusat menjadi strategi pemenangan yang solid demi merebut kembali kursi di Senayan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x