

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) serta pasar modal di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat jumlah investor pasar modal (Single Investor Identification/SID) melesat hingga 39,18 persen secara year-on-year (YoY).
Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch. Muchlasin, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah investor ini didorong oleh semakin tingginya pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis digital maupun konvensional.
”Investor Reksa Dana menjadi yang terbesar dengan jumlah mencapai 1,8 juta investor. Sementara investor Saham tumbuh 44 persen menjadi 536 ribu investor, dan Surat Berharga Negara (SBN) mencatatkan 47 ribu investor,” ungkap Muchlasin dalam acara Media Briefing di Kantor OJK Sulselbar, Makassar, Senin (3/8/2026).
Selain pasar modal, kinerja sektor IKNB juga menunjukkan tren positif, terutama pada industri Pergadaian. Nilai pembiayaan pergadaian melonjak drastis dari Rp8 triliun pada Mei 2025 menjadi Rp12 triliun pada Mei 2026, atau naik sebesar Rp4 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh aksi konsolidasi nasional Gadai Mas Nusantara yang berpusat di Makassar, yang menggabungkan unit usaha dari Bali, NTB, Jakarta, hingga Jawa Timur menjadi satu entitas berskala nasional.
Kinerja positif di sektor IKNB lainnya juga dicatatkan oleh:
Fintech P2P Lending: Outstanding pembiayaan tumbuh 29,6 persen menjadi Rp2,64 triliun.
Perusahaan Pembiayaan (Leasing): Tumbuh sebesar 3,55 persen.
Asuransi: Penghimpunan premi naik menjadi Rp1,26 triliun, dengan total klaim yang dibayarkan mencapai Rp1 triliun.
Lembaga Penjaminan: Tumbuh sebesar 19 persen.


Tidak ada komentar