Investment Forum Makassar: Pemkot Tawarkan Potensi Maritim hingga Pengembangan Kawasan Ekonomi Untia ke Investor Global

Redaksi
24 Jun 2026 07:54
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Pemerintah Kota Makassar membuka peluang investasi internasional secara besar-besaran melalui gelaran Investment Forum. Acara strategis ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha swasta, sektor pendidikan, hingga delegasi negara asing untuk menjajaki kerja sama konkret di berbagai sektor unggulan.

​Rangkaian Agenda: Dari Talkshow hingga Pertemuan B2B dan G2G

​Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, H. Muh. Mario Said, menjelaskan bahwa Investment Forum ini dikemas melalui serangkaian kegiatan yang terstruktur. Setelah sesi pembukaan, forum dilanjutkan dengan acara talkshow yang melibatkan pelaku usaha serta dunia pendidikan yang diwakili langsung oleh Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas).

​Tidak berhenti di situ, Pemkot Makassar juga menyediakan ruang mediasi yang lebih intensif melalui pertemuan Business-to-Business (B2B) serta Government-to-Government (G2G).

​”Pak Wali Kota dalam hal ini akan bertemu dengan beberapa perwakilan negara. Begitu pula dari sektor swasta yang akan bertemu dengan perwakilan dari beberapa negara tersebut,” ujar Mario Said dalam sesi wawancara doorstop.

​Tercatat ada 20 pelaku usaha yang terlibat dalam forum ini. Sejak awal, sejumlah investor telah mengonfirmasi minat mereka untuk melakukan penjajakan awal guna melihat peluang kelanjutan kerja sama.

​Sektor Potensial Makassar yang Dilirik Investor

​Dalam forum ini, Pemkot Makassar menyodorkan sejumlah komoditas dan destinasi strategis yang menjadi keunggulan daerah:

​Sektor Maritim dan Perikanan: Menjadi komoditas paling besar dan utama yang ditawarkan karena wilayah Makassar didominasi oleh perairan maritim. Produk seafood lokal menjadi perhatian utama dari negara-negara yang hadir.

​Sektor Perkebunan: Komoditas seperti kopi serta bahan bumbu-bumbu lainnya turut menarik minat para investor asing. Pembicaraan ini juga melibatkan beberapa perusahaan besar seperti PT Bomar dan PT Usaha Elang Permata (NNAS).

​Sektor Pariwisata (Pulau Lanjukang): Menjadi salah satu prioritas masa depan Wali Kota Makassar. Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tengah melakukan kajian mendalam terkait pengembangan destinasi wisata di Pulau Lanjukang tersebut.

​Sektor Infrastruktur: Beberapa negara dijadwalkan melakukan pembicaraan langsung dengan Wali Kota Makassar, yang detailnya akan berkembang di dalam pembahasan B2B.

​Stadion Gunakan APBD 100%, Kawasan Untia Dibuka untuk Swasta

​Menjawab pertanyaan mengenai status proyek besar seperti stadion dan penanganan sampah, Mario Said menegaskan bahwa pembangunan stadion baru dipastikan tidak akan ditawarkan kepada investor swasta. Proyek stadion tersebut akan dibiayai 100% menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

​Meski demikian, Pemkot Makassar membuka peluang investasi yang luas untuk pengembangan Kawasan Untia yang berada di sekitar area tersebut. Pembangunan stadion diproyeksikan menjadi pemantik (trigger) utama lahirnya kawasan ekonomi dan bisnis baru di daerah Untia yang nantinya dikelola bersama pihak swasta.

​Berikan Ruang Komunikasi bagi 23 Daerah Lain di Sulsel

​Investment Forum ini tidak hanya berfokus pada Kota Makassar, tetapi juga melibatkan 23 kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan yang turut diundang. Walaupun Pemkot Makassar tidak menyediakan sesi presentasi khusus bagi daerah lain, mereka tetap diberikan ruang dan tempat khusus untuk membangun komunikasi langsung dengan delegasi negara asing.

​Karena sebagian besar kepala daerah di Sulawesi Selatan sedang menghadiri acara nasional di Gorontalo, kehadiran mereka dalam forum ini mayoritas diwakili oleh Wakil Bupati serta Kepala DPMPTSP masing-masing daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x