

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Pemerintah Kecamatan Mamajang terus memacu efektivitas program pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis masyarakat. Camat Mamajang, M Rizal ZR, S.STP, mengungkapkan bahwa antusiasme warga dalam memilah sampah di rumah tangga menunjukkan tren yang sangat positif.
Berdasarkan evaluasi di lapangan, kisaran 60 hingga 75 persen masyarakat telah aktif memisahkan sampah rumah tangga secara mandiri sebelum diangkut oleh petugas kebersihan.
Meskipun tercatat masih ada sekitar 25 hingga 40 persen warga serta beberapa pelaku usaha lokal yang belum melakukan pemilahan, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi pihak kecamatan.
Ia menegaskan bahwa petugas kebersihan di lapangan tetap siap untuk membantu memilahkan dan mengolah sampah tersebut. Sejauh ini, tidak ada keluhan atau keberatan yang diterima dari warga terkait proses pemilahan sampah.
“Untuk menjaga kebersihan lingkungan, armada pengangkut sampah bekerja secara rutin setiap hari menjemput seluruh jenis sampah, baik organik, anorganik, maupun residu, untuk selanjutnya diolah di fasilitas kelurahan setempat,”ujarnya Rabu (12/08/2026).
Terkait arahan dan target Wali Kota Makassar mengenai penyediaan fasilitas Tempat Olah/Bank Sampah (TBA) di setiap Rukun Warga (RW), Camat Mamajang mengakui adanya tantangan utama berupa keterbatasan lahan kosong di wilayah pemukiman.
Sebagai solusinya, pihak kecamatan mengarahkan para lurah serta pengurus RT dan RW untuk memanfaatkan titik-titik lokasi strategis yang tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Lokasi yang dimanfaatkan antara lain area pinggir jalan yang sepi pengguna, seperti di Jalan Ruang di belakang kontainer sampah dekat saluran drainase, serta beberapa pekarangan rumah warga yang secara sukarela diizinkan difungsikan sebagai lokasi penampungan bersama.
Sementara itu, dalam menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kecamatan Mamajang menghadirkan inovasi berupa perlombaan edukatif.
Selain lomba kebersihan dan administrasi kantor kelurahan, digelar lomba sosialisasi pemilahan sampah dengan konsep ala stand-up comedy.
Dalam kegiatan ini, para pengurus RT dan RW ditantang untuk menyampaikan materi pemilahan dan pengolahan sampah dengan cara yang humoris, komunikatif, dan menarik agar pesan lingkungan mudah diterima oleh masyarakat luas.
Mengenai pendanaan kegiatan dan penyediaan hadiah perlombaan ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan ditanggung secara swadaya oleh jajaran internal Kecamatan Mamajang, mulai dari Camat, Kepala Seksi, hingga para Lurah.
“Alhamdulillah kami tidak meminta sumbangan atau membebankan biaya kepada warga apalagi kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini”,paparnya.
Ia juga mengimbau seluruh warga untuk fokus menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan mempercantik lingkungan melalui pemasangan bendera Merah Putih dan umbul-umbul secara serentak.



Tidak ada komentar