

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Dinas Kesehatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi bagi jajaran Puskesmas dan rumah sakit Kamis malam (20/08/2026) di ruang Mahony Hotel Claro Makassar.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota ini diselenggarakan selama tiga hari penuh guna memperkuat mitigasi risiko serta peningkatan kapasitas manajerial para jajaran pimpinan yang baru dilantik.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., menyampaikan bahwa bimtek ini krusial mengingat mayoritas Kepala Puskesmas (Kapus) baru menjabat sekitar satu bulan pascapelantikan. Pembekalan difokuskan pada pemahaman tata kelola keuangan serta pengadaan barang dan jasa di lingkungan faskes masing-masing.
”Para Kepala Puskesmas ini dominan berlatar belakang dokter dan tenaga kesehatan. Sementara pengurusan tata kelola keuangan dan pengadaan barang/jasa merupakan domain yang membutuhkan pemahaman layaknya sarjana ekonomi. Mau tidak mau mereka harus bersentuhan dengan hal tersebut karena berstatus sebagai pemimpin, sehingga wajib dibekali sejak awal,”umgkapnya.
Untuk memberikan materi yang komprehensif, bimtek ini menghadirkan berbagai narasumber lintas instansi. Di antaranya Aparat Penegak Hukum (APH) dari jajaran Polda, perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait tata kelola BLUD, tim keuangan Pemda, hingga pakar pengadaan barang dan jasa. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural rumah sakit, 47 Kepala Puskesmas, para Kepala Bidang (Kabid), serta pengelola keuangan faskes.
Dia menekankan bahwa status BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia (SDM). Fleksibilitas tersebut harus dimaksimalkan untuk mempercepat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus menunjang pencapaian 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi target prioritas Wali Kota.
Selaras dengan arahan Wali Kota, dr. Nursaidah mengingatkan agar para pimpinan faskes tidak takut mengambil keputusan dalam menjalankan tugas, selama seluruh prosesnya dikawal oleh pemahaman regulasi yang kuat.
”Seorang pemimpin harus kuat mulai dari tahap perencanaan hingga realisasi. Jika pemimpinnya paham aturan dan regulasi, mereka bisa menjadi teladan serta memitigasi potensi pelanggaran di tingkat bawah. Harapan kami, setelah mengikuti bimtek maraton dari pagi hingga malam ini, para peserta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal,” pangkasnya.


Tidak ada komentar