SMEP PKK Makassar Sasar Mamajang, Pemkot Evaluasi 10 Program Pokok Hingga Pemilahan Sampah

Redaksi
2 Sep 2026 11:51
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar melanjutkan rangkaian kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) tahunan yang kali ini digelar di Kecamatan Mamajang.

Agenda rutin di 15 kecamatan se-Kota Makassar ini tidak hanya mengevaluasi 10 Program Pokok PKK, tetapi juga merangkaikan evaluasi khusus terkait pengelolaan dan pemilahan sampah bersama jajaran pemerintah kecamatan hingga lurah.

​Ketua TP PKK Kota Makassar Hj Melinda Aksa Munafri menjelaskan bahwa kegiatan SMEP dilaksanakan untuk memastikan seluruh program kerja yang dirancang dapat berjalan optimal dan terukur di tingkat bawah.

Setelah pelaksanaan di Mamajang, rangkaian SMEP menyisakan Kecamatan Kepulauan Sangkarrang yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

​”SMEP ini rutin kita adakan setiap tahun di 15 kecamatan. Hari ini kita adakan di Mamajang dan sisa Kecamatan Sangkarrang yang akan dilaksanakan minggu depan. Fokusnya mengevaluasi bagaimana 10 Program Pokok PKK ini diterapkan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

​Camat Mamajang, Rizal ZR, membenarkan bahwa selain agenda pelaporan program PKK oleh para pengurus di tingkat kelurahan dan kecamatan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi mendalam terkait penanganan persampahan di wilayahnya.

​”Fokus Ibu Ketua TP PKK memang pada pelaporan dan evaluasi 10 program PKK. Namun di samping itu, kami juga menggelar rapat evaluasi persampahan bersama para lurah untuk memetakan progres pemilahan sampah di tengah masyarakat,” kata Rizal.

​Dalam evaluasi persampahan tersebut, Rizal menyoroti masih rendahnya volume pemilahan sampah organik, khususnya sampah sisa sayuran dari pasar yang dimanfaatkan untuk pakan ternak. Di Pasar Tamamaung misalnya, volume sisa sayuran yang terkumpul baru mencapai 59 kilogram, jauh di bawah capaian kecamatan lain yang mampu menembus hingga 1 ton.

​”Pasar memang berkewajiban menyediakan sisa sayur untuk pakan ternak. Hasil evaluasi tadi menunjukkan di tempat kita baru 59 kilo, terbilang masih sangat kecil. Oleh karena itu, kami diminta mencari tahu kendalanya dan mendorong progres pemilahan sampah organik ini agar lebih maksimal,” jelasnya.

​Selain sampah pasar, tingkat partisipasi masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga di Kecamatan Mamajang juga masih menjadi perhatian serius. Pasalnya, capaian pemilahan sampah mandiri oleh warga di hampir seluruh kelurahan saat ini tercatat belum menyentuh angka 50 persen.

​Guna mengejar target tersebut, Camat Mamajang menginstruksikan seluruh lurah untuk turun langsung mengedukasi masyarakat agar gerakan pemilahan sampah dari sumbernya dapat berjalan massif dan berkesinambungan

Sementara itu Lurah Tamparang Keke, Zulkifli, menyampaikan komitmennya dalam mengawal program prioritas Pemerintah Kota Makassar, khususnya terkait urban farming, pengangkutan, dan pemilahan sampah dari sumbernya. Meski proses edukasi perubahan perilaku warga membutuhkan kesabaran dan proses bertahap, pendekatan persuasif terus dilakukan melalui pengurus RT dan RW.

​Kelurahan Tamparang Keke juga mendorong pengembangan potensi ekonomi warga melalui UMKM daur ulang. Salah satu produk unggulan yang dihasilkan adalah kerajinan tas dari limbah plastik daur ulang serta aneka olahan kuliner jajanan lokal.

“Melalui integrasi antara pemilahan sampah dan pemberdayaan UMKM, pemerintah setempat optimistis kebersihan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi warga dapat berjalan secara beriringan,”pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x