Dinilai Meresahkan, Aliansi Matador Desak Evaluasi Izin hingga Penutupan MY Lounge di Makassar

Redaksi
3 Okt 2026 14:49
2 menit membaca

MAKASSAR,DAULATRAKYAT- Aliansi masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Matador menggelar aksi penolakan keras terhadap keberadaan dan aktivitas yang berkaitan dengan isu LGBT di MY Lounge, Kota Makassar.

Massa mendesak pihak pengelola serta pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas atas dugaan pelanggaran norma di tempat tersebut.

​Jenderal Lapangan Matador, Rian Saputra, menyatakan bahwa para pemuda di Kota Makassar secara tegas menolak segala bentuk aktivitas yang dinilai meresahkan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan maupun norma agama.

​”Seharusnya kita sebagai pemuda yang berada di dalam Kota Makassar menolak dengan tegas terkait dengan hal yang terjadi ini,” ujar Rian saat ditemui wartawan di lokasi aksi Sabtu (03/10/2026) di halaman MYE Lounge.

​Menurut Rian, isu terkait LGBT ini telah mencederai dan meresahkan nilai-nilai adat serta adab lokal yang dianut oleh masyarakat setempat. “Hari ini kita hadir di dunia ini telah diberikan pasangan. LGBT ini hadir sebagai bentuk keresahan. Ini merusak adat ketimuran, terkhususnya adab yang ada di Kota Makassar itu sendiri,” tegasnya.

​Dalam aksinya, Aliansi Matador menyampaikan beberapa poin tuntutan utama, di antaranya:

​Evaluasi Izin Operasional: Desakan kepada Pemerintah Kota Makassar, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengevaluasi kembali seluruh izin usaha yang diberikan kepada MY Lounge.

​Klarifikasi Pemilik: Menuntut pemilik atau pihak manajemen MY Lounge untuk segera memberikan klarifikasi terbuka atas isu yang beredar kepada masyarakat.

​Ancaman Penutupan Permanen: Apabila pihak pengelola tidak memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi, aliansi menuntut agar MY Lounge ditutup secara permanen.

​Hingga aksi berlangsung, Rian menyebutkan belum ada perwakilan atau pihak internal dari MY Lounge yang menemui massa aksi untuk memberikan penjelasan.

​”Dari dalam tidak ada yang menemui kita. Makanya kami akan melakukan aksi konsolidasi selanjutnya untuk menentukan pergerakan-pergerakan ke depannya. Bila mana tidak ada pihak yang mampu memberikan klarifikasi, terkhususnya dari pihak MY itu sendiri, maka perlu kami pastikan bahwa MY Lounge ini harus ditutup secara permanen,” pungkas Rian.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x