Industri Keuangan Sulsel Tumbuh Positif, FIN Ekspo 2026 Dorong Edukasi Masyarakat

Redaksi
3 Okt 2026 11:49
3 menit membaca

MAKASSAR,DAULATRAKYAT-Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Selatan dan Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka gelaran Financial Expo (FIN Ekspo) Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Mall Trans Studio Makassar, yang berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober 2026.

​Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, pameran tahunan ini diselenggarakan untuk memperkuat literasi keuangan, memperluas akses layanan keuangan yang aman, serta menekan kesenjangan (gap) antara tingkat inklusi dan pemahaman keuangan masyarakat di wilayah Sulselbar.

​Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, R. Fatmawati Rusdi, mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan antara OJK, FKIJK, dan pelaku industri jasa keuangan dalam mendorong percepatan inklusi keuangan di daerah. Menurutnya, kemudahan akses terhadap lembaga keuangan yang legal dan terpercaya menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga serta menggerakkan sektor UMKM lokal secara inklusif.

​Ketua Panitia FIN Ekspo 2026 sekaligus Direktur Eksekutif PT Asuransi Jasa Tania, Riza Palevi, menjelaskan bahwa FIN Ekspo dirancang tidak sekadar sebagai ajang promosi produk, tetapi juga pusat edukasi dan konsultasi keuangan interaktif bagi publik.

​”FIN Ekspo Bulan Inklusi Keuangan merupakan forum yang sangat baik bagi kita semua untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta komunikasi antara industri jasa keuangan dengan masyarakat. Kami berharap booth yang ada tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan produk dan layanan, tetapi juga menjadi tempat interaksi, edukasi, konsultasi, dan komunikasi,” ujar Riza Palevi.

​Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi agar masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan perbankan, asuransi, investasi, maupun produk pengelolaan keuangan lainnya.

​Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar, Moh. Mochlasin, memaparkan tantangan utama sektor keuangan di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data terbaru, indeks inklusi keuangan di Sulsel sudah mencapai 94 persen, namun tingkat literasi keuangannya baru berada di angka 61 persen.

​”Artinya, terdapat selisih (gap) sekitar 33 persen masyarakat Sulawesi Selatan yang sudah menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi belum memahami fungsi, manfaat, maupun risikonya secara utuh. Celah inilah yang terus kita tekan melalui kegiatan edukasi masif,” ungkap Moh. Mochlasin.

​Mochlasin menguraikan bahwa penguatan literasi ini berjalan beriringan dengan kinerja positif sektor jasa keuangan dan makroekonomi Sulsel.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan II mencatatkan angka 4,98 persen (di atas rata-rata nasional), tingkat kemiskinan melandai ke 7,33 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 73,92, dan PDRB per kapita mencapai Rp68,75 juta.

​Dari sisi industri keuangan kawasan Sulsel:

​Sektor Pegadaian tumbuh signifikan sebesar 44,83 persen.

​Industri Fintech Lending tumbuh sebesar 29,64 persen.

​Premi Asuransi meningkat 42,75 persen secara tahunan (year-on-year).

​Pasar Modal mencatatkan lonjakan jumlah investor (Single Investor Identification/SID) sebesar 81,32 persen, yang ditopang oleh pertumbuhan investor reksa dana hingga 80 persen.

​Guna mendorong partisipasi aktif masyarakat selama tiga hari pameran, panitia menerapkan skema edukasi interaktif. Setiap pengunjung diajak mengunjungi minimal lima booth peserta pameran untuk mendapatkan stempel edukasi agar berkesempatan memenangkan beragam hadiah (doorprize).

​Rangkaian pembukaan FIN Ekspo 2026 diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan Bank Muamalat, Nuril Wathoni, serta dihadiri oleh pimpinan perbankan, lembaga keuangan non-bank, instansi pemerintah, dan pengunjung mall.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x