Aset Perbankan Sulawesi Selatan Tembus Rp209,43 Triliun, Stabilisasi Ekonomi Daerah Terjaga

Redaksi
29 Nov 2025 02:52
2 menit membaca

MALANG.DAULATRAKYAT.Sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan tetap berada dalam kondisi solid dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini diungkapkan Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, dalam acara Jurnalis Update di Malang pada Minggu, 23 November 2025.

​Menurut Muchlasin, stabilitas ini tercermin dari kinerja Perbankan Umum yang sangat kuat. Pada posisi September 2025, Total Aset perbankan di Sulsel tercatat menembus Rp209,43 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

​”Kinerja sektor jasa keuangan tumbuh positif, sejalan dengan pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan yang mencapai 5,01 persen pada triwulan III 2025,” ujar Muchlasin.

​DPK dan Kredit Tetap Tumbuh

​Intermediasi perbankan berjalan baik, ditandai dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang signifikan sebesar 7,51 persen (yoy), mencapai nominal Rp143,80 triliun. Hal ini mengindikasikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan.

​Sementara itu, kredit yang disalurkan juga tumbuh 4,04 persen (yoy), mencapai Rp169,88 triliun. Meskipun penyaluran kredit secara keseluruhan didominasi oleh segmen produktif (53,51%), Muchlasin mencatat bahwa laju pertumbuhan kredit secara tahunan didorong oleh kredit konsumtif yang tumbuh lebih pesat, yaitu 7,44 persen.

​”Kualitas intermediasi perbankan di Sulsel tetap terjaga sehat. Ini terbukti dari rasio kredit bermasalah atau NPL yang berada di level terkendali, yakni 3,66 persen, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat di angka 120,35 persen,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x