Layani Ribuan Pasien, Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Pastikan Kemudahan Rujukan dan Layanan Kesehatan Gratis

Redaksi
2 Jun 2026 07:21
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, baik di dalam gedung maupun melalui aksi jemput bola ke lapangan. Sebagai salah satu pusat kesehatan masyarakat dengan fasilitas gedung terbesar di Makassar saat ini, Puskesmas Kassi-Kassi mencatat angka kunjungan yang sangat tinggi setiap bulannya.

​Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Kassi-Kassi, Anwar Gading, mengungkapkan bahwa total kunjungan pasien di faskes tersebut mampu mencapai angka 3.000 hingga 4.000 orang per bulan.

​Dominasi Pengurusan Rujukan dan Layanan Spesialistik

​Dari ribuan kunjungan tersebut, Anwar membeberkan bahwa mayoritas pasien yang datang berulang bertujuan untuk melakukan administrasi rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Kunjungan baru di puskesmas ini mencapai sekitar 1.200 pasien per bulan, sedangkan pasien aktif berkunjung berada di angka sekitar 1.500 orang dengan sebagian besar di antaranya merupakan pasien yang melakukan kunjungan ulang.

Dampaknya, Puskesmas Kassi-Kassi menerbitkan sekitar 800 hingga 900 rujukan per bulan yang didistribusikan ke berbagai rumah sakit sesuai dengan sistem zonasi BPJS yang terbuka, seperti RS Hermina, Siloam, atau Primaya.

​”Standar penanganan di Puskesmas mencakup 144 jenis penyakit. Jika pasien membutuhkan penanganan spesialistik, maka prosedur rujukan harus dilakukan setelah melalui pemeriksaan dokter dan pemberian obat awal di Puskesmas,” jelas Anwar Gading.Selasa (02/06/2026) di Puskesmas Kassi Kassi.

​Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Skrining Gratis

​Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan, Puskesmas Kassi-Kassi kini menerapkan sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Melalui program ini, seluruh lapisan warga berhak mendapatkan layanan skrining kesehatan secara menyeluruh guna mendeteksi potensi risiko penyakit sejak dini.

​Untuk mencapai target sasaran 200 hingga 300 orang terpantau per bulan, pihak puskesmas tidak hanya menunggu pasien di dalam gedung, tetapi juga aktif bergerak di tingkat RT/RW, instansi, hingga memenuhi undangan pemeriksaan massal di tempat ibadah. Layanan skrining ini terbukti efektif mendeteksi penyakit serius, seperti gangguan jantung melalui pemeriksaan EKG, meskipun pasien tidak merasakan gejala awal.

​Komitmen Home Care “Dottoro’ta” dan Layanan Jamkesda KTP Makassar

​Selain layanan konvensional, Anwar Gading juga menegaskan komitmen puskesmas dalam menjalankan program darurat medik 24 jam gratis melalui Home Care Dottoro’ta. Sistem penanganan ini berjalan secara terintegrasi melalui alur yang terstruktur. Prosesnya dimulai ketika warga yang membutuhkan bantuan medis menghubungi Call Center 112. Selanjutnya, admin call center akan mendeteksi lokasi kelurahan pasien dan meneruskan laporan tersebut ke grup Sakti 112 yang beranggotakan seluruh Puskesmas se-Makassar. Setelah menerima laporan, petugas dari Puskesmas terdekat akan langsung diterjunkan ke lokasi pasien tanpa memandang kualifikasi status kepesertaan BPJS mereka.

​Anwar memastikan bahwa seluruh panggilan darurat akan direspons oleh tim medis. Bahkan untuk kasus-kasus ringan seperti demam atau asam lambung, petugas tetap turun memberikan penanganan awal di rumah warga.

​Bagi masyarakat yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, Pemkot Makassar juga tetap menjamin pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Warga cukup menunjukkan KTP Kota Makassar saat berobat, dan biaya pelayanan nantinya akan diklaim oleh pihak Puskesmas langsung ke pemerintah daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x