DTM PINISI SULTAN & SSIC 2026: Dorong Transformasi Ekonomi Sulsel Lewat Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

Redaksi
30 Apr 2026 23:47
4 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan strategis Dedicated Team Meeting (DTM) Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan ini dirangkaikan dengan peluncuran atau Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) Tahun 2026, dengan mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”.

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, 4 Bupati dan Walikota, serta 4 Wakil Bupati. Turut hadir pula Direktur Perencanaan Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan dari Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Vice President Hubungan Investor Danantara Indonesia, serta para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan, dengan fokus utama mendorong transformasi ekonomi daerah melalui pengolahan sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi (hilirisasi) serta penguatan iklim investasi yang berkelanjutan.

Kinerja dan Tantangan Investasi

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi investasi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang cukup baik, baik dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kendati demikian, posisi Sulawesi Selatan yang masih menempati peringkat ke-20 secara nasional menjadi landasan utama perlunya upaya penguatan yang lebih terarah. Hal ini mengingat persaingan antar daerah yang semakin ketat dalam menarik minat investor.

Ke depan, akselerasi investasi dinilai perlu terus didorong melalui peningkatan daya tarik daerah. Langkah yang ditempuh meliputi perbaikan iklim usaha, penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai, hingga peningkatan kualitas proyek investasi.

Sejalan dengan arah transformasi ekonomi nasional, fokus pengembangan investasi diarahkan pada hilirisasi industri dan ekonomi ramah lingkungan, yang sekaligus menjadi inti dari tema kegiatan kali ini.

Dalam forum ini, dilakukan pula diskusi mendalam yang menghadirkan narasumber dari BKPM terkait strategi investasi berbasis pembangunan nasional, upaya mendorong investasi berkelanjutan, serta strategi hilirisasi industri berbasis dekarbonisasi. Selain itu, Danantara Indonesia juga memaparkan skema dukungan pembiayaan bagi proyek-proyek strategis daerah untuk menunjang pembangunan nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyoroti aspek efisiensi investasi melalui indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Menurutnya, angka ICOR Indonesia masih relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam, yang berarti efisiensi penggunaan modal masih perlu ditingkatkan.

“Di Sulawesi Selatan, kami mencatat tren penurunan angka ICOR hingga tahun 2025. Ini merupakan indikasi adanya perbaikan efisiensi investasi di daerah, meskipun angkanya masih tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional,” jelas Rizki.

Saat ini, Sulawesi Selatan telah menyiapkan lebih dari 90 proyek dalam daftar Investment Project Ready to Offer (IPRO), dan sebagian di antaranya telah berstatus Clean and Clear (CnC) atau siap ditawarkan. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang masih harus diselesaikan, antara lain kesiapan proyek yang belum optimal, keterbatasan pemanfaatan skema pembiayaan alternatif, serta keselarasan proyek yang belum sepenuhnya sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.

Rekomendasi dan Langkah Strategis

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan perlunya reformasi tata kelola investasi daerah. Menurutnya, penyediaan infrastruktur, kepastian hukum, dan keamanan berusaha adalah kunci utama untuk mempercepat laju investasi di Sulsel.

Melalui pertemuan DTM PINISI SULTAN 2026 ini, telah disepakati sejumlah rekomendasi dan rencana tindak lanjut strategis sebagai arah kebijakan ke depan, yaitu:

1. Penyelarasan Proyek Nasional: Memfokuskan pengembangan pada proyek berstatus Clean and Clear (CnC) serta memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, garam, ikan TCT, udang, kakao, dan kelapa sawit.

​2. Peningkatan Daya Saing: Menguatkan kesiapan proyek lewat penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai, serta menjamin keamanan dan kepastian berusaha bagi investor.

​3. Peningkatan Kualitas Dokumen: Memberikan pendampingan penyusunan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) bekerja sama dengan lembaga kredibel agar dokumen proyek lebih meyakinkan.

​4. Penguatan Promosi: Memperluas pemasaran proyek IPRO melalui forum investasi, pertemuan khusus (one-on-one meeting), hingga kunjungan lokasi bagi calon investor potensial, baik dalam maupun luar negeri.

​5. Diversifikasi Pembiayaan: Mengembangkan skema pendanaan alternatif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), memanfaatkan pembiayaan Danantara, kerja sama internasional, serta kemitraan dengan pelaku usaha strategis.

​6. Pengembangan SDM: Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan penyusunan proposal investasi berstandar internasional agar kualitas pengelola proyek semakin baik.

Melalui langkah-langkah konkrit tersebut, sinergi antar pemangku kepentingan akan terus diperkuat. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek, mempercepat realisasi investasi, serta memastikan setiap nilai investasi yang masuk ke Sulawesi Selatan menjadi lebih produktif, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x