Pertamax Naik, Legislator PKS Azwar Razmin Desak Pemkot Sigap Antisipasi Antrean dan Dampak Pasar

Redaksi
10 Jun 2026 08:01
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax memicu perhatian serius dari jajaran legislatif. Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Azwar Razmin, menyatakan keprihatinannya sekaligus mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera mengambil langkah taktis guna mengantisipasi dampak langsung yang mulai dirasakan masyarakat di lapangan.

​Azwar menyesalkan kebijakan penyesuaian harga tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat terkesan kurang matang dalam memperhitungkan imbas berantai yang ditimbulkan di tingkat daerah, terutama terkait fenomena antrean panjang hingga potensi kelangkaan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

​”Sebagai wakil rakyat, tentu kita sesalkan ada kenaikan itu. Mungkin pemerintah pusat tidak menghitung imbas dari kenaikan ini. Yang kita inginkan sekarang adalah kesiapan dari pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kenaikan tersebut,” ujar Azwar Razmin Rabu (10/06/2026) di kantor sementara DPRD Makassar.

​Dinas Terkait Harus Segera Turun Tangan

​Azwar menegaskan bahwa kondisi di mana masyarakat harus menghadapi kenaikan harga sekaligus antrean panjang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta dinas-dinas teknis di lingkup Pemkot Makassar untuk segera bersikap sigap dan hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.

​Secara khusus, Azwar mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menerjunkan personel di titik-titik SPBU yang mengalami antrean mengular guna membantu mengatur arus lalu lintas dan menertibkan kendaraan warga. Di samping itu, Dinas Perdagangan (Disdag) juga diminta bergerak cepat mengintensifkan pengawasan di pasar-pasar tradisional maupun modern untuk mengawal stabilitas harga pasca-kenaikan BBM ini.

​”Bagaimana dinas terkait bisa membantu? Sudah naik harganya, antri lagi. Di sinilah peran pemerintah daerah dibutuhkan. Misalkan ada Dinas Perhubungan yang membantu di SPBU-SPBU untuk mengatur lalu lintas masyarakat,” tambahnya tegas.

​Jaga Stabilitas Bahan Pokok dan Penetrasi Pasar

​Di sisi lain, Azwar menilai masih ada ruang optimisme lantaran pemerintah tidak menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Solar. Mengingat Pertamax mayoritas dikonsumsi oleh segmen masyarakat kelas menengah ke atas, ia berharap gejolak ini tidak sampai memicu lonjakan harga yang ugal-ugalan pada sektor kebutuhan pokok.

​Kendati demikian, legislator PKS ini mengingatkan Pemkot agar tidak lengah. Kehadiran pemerintah daerah sangat dinantikan melalui langkah intervensi nyata, seperti menggelar operasi atau penetrasi pasar secara rutin jika situasi di lapangan mulai menyulitkan daya beli masyarakat luas.

​”Di sinilah dilihat hadirnya pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat sudah susah, harga naik, disuruh antre lagi, barangnya susah, lalu tidak ada penetrasi pasar. Itu yang kita sesalkan. Saya kira pemerintah kota punya kemampuan untuk mengatasi hal ini,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x