PT Pupuk Indonesia Jamin Distribusi Pupuk Bersubsidi di Indonesia Timur Aman dan Terkendali

Redaksi
22 Apr 2026 14:03
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.PT Pupuk Indonesia (Persero) Regional 4 menyelenggarakan Media Gathering bertajuk “Edukasi dan Transparansi Penyaluran Pupuk Bersubsidi” di Virtu Cafe & Resto, Kawasan CPI, Makassar, pada Rabu (22/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) Wisnu Ramadhani menyampaikan perkembangan terkini penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia Timur sekaligus membuka ruang diskusi dan klarifikasi dengan awak media.

Hingga 20 April 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Indonesia Timur mencapai 357.227 ton atau sekitar 21 persen dari total alokasi 1,689 juta ton selama tahun 2026.

Wisnu menegaskan bahwa tren penyerapan pupuk bersubsidi di wilayah ini terus meningkat dari tahun ke tahun, mencerminkan peningkatan kepercayaan dan aktivitas pertanian di lapangan.

“Stok pupuk bersubsidi saat ini berada dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan 4–5 minggu ke depan,” ujarnya.

Komitmen Menjaga Alokasi Sesuai HET dan Menindak Penyimpangan

Dipaparkan Wisnu komitmen perusahaan dalam menjaga alokasi pupuk bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan menindak setiap bentuk penyimpangan distribusi. Jika ditemukan kios atau pengecer menjual pupuk di atas HET, Pupuk Indonesia akan melakukan penelusuran dan memberikan sanksi sesuai kewenangan yang berlaku.

Pihaknya juga mengajak media untuk memastikan informasi terkait penyimpangan pupuk bersubsidi secara langsung ke Pupuk Indonesia sebelum disebarluaskan, guna mencegah penyebaran kabar bohong atau hoax yang dapat merusak kondusivitas ekosistem pertanian di Indonesia Timur.

“Diselewengkan misalnya, ya konfirmasi ke kami. Kami tidak ada media yang memberitakan informasi kami akan melakukan kebenaran beritanya,” ucap Wisnu.

Transformasi Tata Kelola dan Penyerapan yang Terus Meningkat

Dalam paparannya, Wisnu menjelaskan bahwa sejak 2020 Pupuk Indonesia telah melakukan transformasi regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk penyederhanaan puluhan aturan dan pemangkasan birokrasi agar penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran kepada petani yang berhak.

Proses dimulai dari produsen, gudang, distributor, pengecer, hingga akhirnya ke petani.

Pada tahun 2025, pemerintah menurunkan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, yang berarti petani mendapatkan subsidi harga tanpa mengurangi kualitas maupun volume pupuk. Penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong daya beli serta kesejahteraan petani di Indonesia Timur.

Transparansi dan Peran Media

Pupuk Indonesia Regional 4 menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik, baik melalui pelaporan keuangan maupun statistik realisasi penyaluran pupuk bersubsidi.

Data stok dan realisasi penyaluran disampaikan secara berkala melalui media dan kanal resmi perusahaan.

“Kita punya aplikasi Pubers yang aktif untuk memantau stok distribusi pupuk dan meminimalisir pelaku penyimpangan penyelundupan pupuk ,meski begitu pelalu masih menemukan celah kotor untuk.memperoleh keuntungan,”imbuh Wisnu

Ia juga mengajak media untuk menjadi mitra informasi yang positif dengan mempublikasikan hal-hal yang benar dan terverifikasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.

“Harapan kita tentunya sama-sama menjaga kondusifitas ekosistem yang ada di Indonesia Timur.” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber selain Wisnu Ramadhani  Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) ada Sukodim SM Regional 4A dan Heru Sofyan Firmansyah – SM Pergudangan Regional 4

..

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x