Sinergi Appi-IAS: Ubah Stigma Domino Menjadi Olahraga Prestasi di Sulawesi Selatan

Redaksi
22 Jan 2026 00:54
2 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Kota Makassar bersiap menjadi pusat pengembangan olahraga domino di Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 di Maxone Hotel Makassar, Rabu (21/1/2026).

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), yang hadir bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, memberikan dukungan penuh atas terpilihnya mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sebagai Ketua Pengprov PORDI Sulsel.

​Dalam sambutannya, Appi membedah filosofi domino yang selama ini sering dianggap sekadar hiburan. Menurutnya, domino adalah olahraga otak yang menuntut kecerdasan dan kemampuan membaca situasi secara cepat.

​”Domino bukan permainan biasa. Di dalamnya ada strategi dan kecerdikan. Kami dari Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan penuh agar domino diakui sebagai cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan,” ujar Appi.

​Ia juga mendorong agar Makassar menjadi tuan rumah bagi event-event besar PORDI di masa depan, mengingat antusiasme komunitas lokal yang sangat tinggi.

​Langkah Strategis: Liga Domino dan Rekomendasi KONI

Menyambut dukungan tersebut, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) selaku Ketua terpilih telah menyiapkan cetak biru untuk membawa PORDI Sulsel ke level profesional. Target utamanya adalah membawa organisasi ini secara resmi di bawah pembinaan KONI Sulawesi Selatan.

​”Alhamdulillah, rangkaian pengukuhan sudah tuntas. Secara mekanisme, PORDI telah mendapat rekomendasi dari KONI Pusat, sehingga kami harap pembinaan di tingkat daerah tidak menemui kendala,” jelas IAS.

​IAS juga memaparkan program unggulan berupa Liga Domino Sulawesi Selatan. Kompetisi ini direncanakan berlangsung dalam lima seri selama satu tahun, di mana akumulasi poin pemenang akan menjadi tiket untuk mewakili Sulsel di ajang nasional.

​Selain prestasi, kedua tokoh ini sepakat bahwa domino memiliki dimensi sosial yang kuat. IAS berencana mengaktifkan kembali pos-pos lingkungan melalui pertandingan domino yang teratur sebagai sarana interaksi warga.

​”Jika konsolidasi terbangun hingga tingkat terbawah, domino bisa menjadi sarana interaksi sosial yang positif sekaligus menjaga keamanan kondusifitas lingkungan,” tambah IAS.

​Menutup rangkaian acara, Appi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan PORDI akan difokuskan untuk menghapus stigma negatif domino. Dengan regulasi yang ketat dan sistem perwasitan yang profesional, mereka optimis Sulsel akan menjadi barometer perkembangan olahraga domino di Indonesia dalam empat tahun ke depan

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x