Menko Pangan Perkuat Sinergi Bulog-TNI di Maros: Targetkan Ekspor Beras 2026

Redaksi
6 Feb 2026 12:48
2 menit membaca

MAROS.DAULATRAKYAT.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Toroada, Kabupaten Maros, pada Jumat (6/2/2026). Selain menghadiri panen raya, Zulhas secara resmi meluncurkan program penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog guna memastikan kestabilan harga di tingkat produsen.

​Langkah ini diambil sebagai strategi nasional dalam mempercepat swasembada pangan serta memutus rantai permainan harga yang kerap merugikan petani.

​Zulhas memuji kolaborasi antara Bulog dan TNI yang terbukti efektif menekan praktik tengkulak. Menurutnya, kehadiran aparat teritorial memberikan rasa aman bagi petani agar hasil jerih payah mereka dibeli sesuai standar pemerintah.

​”Sebelum ada bantuan dari TNI dan Babinsa, para spekulan sering kali menekan harga di bawah rata-rata. Sekarang, berkat sinergi Dandim hingga Babinsa di lapangan, harga gabah sudah mulai stabil dan layak,” tegas Zulhas.

​Ia menambahkan bahwa sinergi antara Bulog, TNI, koperasi, dan pemerintah daerah adalah fondasi utama untuk menjaga stok pangan nasional tetap aman.

​Pemerintah optimistis untuk tahun 2026. Setelah sukses mencatatkan surplus 1,5 juta ton beras tahun lalu, tahun ini target dinaikkan menjadi 4 juta ton dengan tujuan ekspor beras ke mancanegara.

​Ia juga menaruh harapan pada Bulog yang berperan sebagai garda terdepan dalam penyerapan hasil panen dan pengelolaan cadangan negara.

​Sementara itu Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menegaskan posisi wilayahnya sebagai penyangga pangan strategis. Berdasarkan data tahun 2025, Maros berhasil memproduksi lebih dari 309 ribu ton padi dari lahan seluas 48 ribu hektare.

​Lokasi panen raya kali ini memiliki luas hamparan mencapai 104,3 hektare dengan pola tanam dua kali setahun (IP 200). Namun, beberapa wilayah seperti Bantimurung sudah lebih maju dengan tiga kali panen (IP 300).

​”Kami menargetkan perluasan tanam hingga 61.000 hektare pada tahun 2026. Dengan jaminan penyerapan dari Bulog, kami yakin petani akan jauh lebih bersemangat meningkatkan produktivitas mereka,” pungkas Chaidir.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x