
MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Kopertais Wilayah VIII resmi menggelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas dosen dalam publikasi jurnal bereputasi. Kegiatan ini berlangsung intensif selama tiga hari, 6–8 Februari 2026, di Hotel Royal Bay, Makassar.
Acara yang dibuka langsung oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, Dr. KH. Nurtaufiq Sanusi, ini diikuti oleh 52 dosen perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Nurtaufiq Sanusi menekankan bahwa kualitas riset dosen di lingkungan PTKIS sebenarnya sangat kompetitif. Namun, hambatan utama seringkali muncul pada aspek teknis penulisan dan strategi menembus jurnal nasional.
“Kualitas riset dosen kita tidak kalah, namun sering terkendala teknis dan strategi publikasi. Melalui workshop ini, kita ingin memastikan para dosen siap bersaing di jurnal nasional bereputasi, khususnya SINTA 2,” ujar Nurtaufiq.
Ketua Panitia, Dr. Muhammad Tang, M.S.I, menjelaskan bahwa format kegiatan ini dirancang sebagai pendampingan langsung (coaching clinic). Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibimbing untuk mengolah data penelitian mereka menjadi artikel yang siap kirim.
Peserta diharapkan pulang dengan draf artikel yang sudah siap submit dengan materi utama strategi penulisan standar SINTA, teknik penyesuaian template jurnal, hingga proses revisi artikel.
Adapun narasumber menghadirkan Tim Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar yang ahli dalam pengelolaan publikasi ilmiah.
Selain mendapatkan pendampingan teknis, peserta workshop ini juga memperoleh sertifikat setara 32 jam pelatihan. Kopertais Wilayah VIII berharap kegiatan ini menjadi pemantik tumbuhnya budaya publikasi ilmiah yang lebih masif di lingkungan perguruan tinggi swasta.
Dengan adanya bimbingan bertahap dari para praktisi jurnal, hambatan administratif dan teknis yang selama ini dikeluhkan dosen diharapkan dapat teratasi, sehingga jumlah artikel ilmiah dari wilayah timur Indonesia yang terakreditasi nasional dapat meningkat drastis.


Tidak ada komentar