iSetahun Kepemimpinan Munafri Arifuddin: Penataan Kota Makassar yang Humanis Tuai Apresiasi Politisi Nasdem

Redaksi
16 Feb 2026 20:00
2 menit membaca

MAKASSAR, DAULATRAKYAT. Komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dalam mentransformasi wajah kota mulai membuahkan hasil nyata. Langkah tegas namun humanis dalam menata lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di atas drainase dan trotoar kini mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif.

​Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, Ari Ashari Ilham, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini. Ia menilai langkah Wali Kota telah berhasil mengembalikan hak-hak masyarakat, terutama hak pejalan kaki atas fasilitas umum yang nyaman.

​Progres Nyata dalam Waktu Singkat

​Meski baru berjalan sekitar satu tahun, Ari Ashari menilai progres penataan ruang publik di era Munafri Arifuddin jauh lebih terukur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

​”Akhirnya Kota Makassar punya Wali Kota yang benar-benar membuktikan kinerja. Penataan kota lebih maju, lebih tertib, dan mulai terlihat arah pembangunannya. Puluhan tahun baru saya rasakan ada Wali Kota yang bekerja seperti ini,” ujar Ari, Senin (16/2/2026).

​Pendekatan Humanis Tanpa Gesekan

​Salah satu poin krusial yang disoroti adalah pola pendekatan Pemkot yang mengedepankan komunikasi dan sosialisasi. Hal ini terbukti dengan minimnya konflik di lapangan saat proses penertiban berlangsung.

​”Pemerintah hadir bukan untuk menekan, tetapi untuk menata dan mencarikan solusi. Alhamdulillah, kita lihat di lapangan hampir tidak ada gesekan. Artinya, pendekatan persuasif ini sudah tepat,” jelas Sekretaris DPD NasDem Kota Makassar tersebut.

​Menyeimbangkan Hak Pedagang dan Pejalan Kaki

​Ari Ashari menekankan bahwa penataan ini adalah bentuk keadilan bagi semua pihak. Ia tidak menampik bahwa menertibkan PKL yang sudah puluhan tahun menetap bukanlah perkara mudah, namun fungsi fasilitas umum tetap harus dikembalikan.

​Hak Pejalan Kaki: Mengantisipasi bahaya pejalan kaki yang terpaksa turun ke badan jalan karena trotoar beralih fungsi.

​Hak Ekonomi: Pedagang tetap didukung untuk mencari nafkah, namun di lokasi yang sesuai aturan.

​Keindahan Kota: Menata etalase kota, termasuk tampak depan pasar agar lebih bersih dan representatif.

​Solusi Berkelanjutan: Relokasi, Bukan Penggusuran

​Sebagai bentuk pengawalan, Ari meminta Pemkot untuk terus konsisten menyiapkan solusi konkret berupa relokasi yang layak bagi pedagang yang terdampak.

​”Penataan harus disertai solusi agar tidak menimbulkan persoalan baru. Kami tetap meminta solusi dari Pak Wali untuk tempat relokasi teman-teman PKL,” tambahnya.

​Analisis Dampak Penataan:

​Estetika: Wajah kota menjadi lebih bersih dan modern.

​Infrastruktur: Optimalisasi fungsi drainase untuk pencegahan banjir.

​Kualitas Hidup: Meningkatkan keselamatan warga di ruang publik.

​Langkah konsisten ini diharapkan dapat terus dijaga guna mewujudkan Makassar sebagai kota metropolitan yang tertata, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x