Percepat Revitalisasi Terminal Daya, Wali Kota Munafri Pastikan Aset Harus “Clear and Clean”

Redaksi
3 Mar 2026 09:58
3 menit membaca

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI resmi mematangkan langkah percepatan revitalisasi Terminal Daya Tipe A. Proyek ini diproyeksikan untuk mentransformasi terminal terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut menjadi simpul transportasi regional yang modern dan terintegrasi.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) pengalihan aset bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub, Toni Tauladan, di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026).

​Fokus Utama: Legalitas dan Audit Aset

​Wali Kota Munafri menekankan bahwa fondasi utama dari revitalisasi ini adalah tuntasnya proses pengalihan aset dari Pemerintah Kota ke Kemenhub. Saat ini, Pemkot tengah melakukan audit menyeluruh terhadap lahan dan administrasi yang sebelumnya dikelola oleh Perumda Terminal.

​”Proses pengalihan ini adalah inti persoalan yang harus tuntas. Kami ingin memastikan saat beralih ke pusat, aset harus clear and clean secara administrasi maupun fisik,” tegas Munafri.

​Secara regulasi, pengalihan ini akan melalui mekanisme pencabutan Peraturan Daerah (Perda) penyerahan modal ke Perumda, untuk kemudian diserahkan secara resmi ke Kemenhub melalui skema P3D (Personel, Pendanaan, Sarana Prasarana, dan Dokumen).

​Konsep Modernisasi: Terminal Terintegrasi & Feeder

​Revitalisasi ini tidak hanya menyentuh fisik bangunan, tetapi juga sistem transportasi di Makassar secara keseluruhan:

​Fungsi Tipe A: Melayani angkutan antarprovinsi (AKAP) dengan infrastruktur modern (area ramp check, gate kedatangan, dan ruang tunggu standar nasional).

​Simpul Tipe C: Pemkot akan menyiapkan terminal tipe C sebagai feeder (pengumpan) angkutan kota agar mobilisasi warga tetap terkoneksi.

​Koridor Bus Kota: Munafri menargetkan pembukaan dua koridor bus baru yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri melalui area kampus dan pusat bisnis.

​Dukungan APBN dan Potensi Ekonomi

​Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub, Toni Tauladan, mengungkapkan bahwa Terminal Daya memiliki potensi besar dengan adanya 236 armada AKAP dari 35 perusahaan otobus yang aktif beroperasi.

​Rencana Teknis Kemenhub:

​Luas Lahan: Kemenhub akan mengoptimalkan sekitar 12 hektar dari total 14 hektar kawasan terminal untuk pembangunan fasilitas utama.

​Sinergi Ekonomi: Sisa lahan yang dikelola Perumda Terminal tetap diizinkan untuk dikerjasamakan dengan UMKM guna menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

​Keselamatan Lebaran: Menjelang Idulfitri 2026, tim Kemenhub akan segera turun untuk melakukan ramp check massal di Terminal Daya guna menjamin kelaikan armada.

​”Kerja sama dengan Perumda dalam mengelola ruang ekonomi adalah keunggulan Terminal Daya dibanding terminal lain. Kami ingin pelayanan transportasi maju, namun ekonomi lokal tetap tumbuh berdampingan,” ujar Toni.

​Harapan Masa Depan Transportasi Makassar

​Sebagai kota dagang dan jasa, Makassar memerlukan sistem logistik dan mobilisasi publik yang berdaya saing. Wali Kota Munafri optimistis bahwa jika seluruh pihak menyelesaikan tugas administrasinya tepat waktu, Terminal Daya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang tertata.

​”Kalau semua tugas masing-masing kita selesaikan bersama, saya yakin aset ini bisa maksimal untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x