
MAKASSAR.DAULATRAKYAT. XXI Mall Nipah Makassar ramai oleh ratusan pengunjung dan tamu undangan pada Kamis sore (19/3/2026).
Mereka memadati area bioskop untuk menyaksikan screening eksklusif film fiksi ilmiah (Sci-Fi) keluarga terbaru, Pelangi di Mars.
Acara ini dihadiri seniman senior Raffi Ahmad, sutradara Upie Guava, produser Dedi Reynando, serta pemeran utama Messi Gusti (Pelangi) dan Bimo Kusumo (pengisi suara Robot Batik).
Gebrakan Teknologi Setelah 5 Tahun Produksi
Sutradara Upie Guava menyebut Pelangi di Mars sebagai proyek ambisius yang memakan waktu 5 tahun. Film ini memanfaatkan teknologi visual canggih yang dikembangkan selama 23 minggu di Jakarta, membuktikan kemampuan sineas Indonesia bersaing dengan produksi mancanegara.
“Kami ingin membuktikan bahwa kita mampu melampaui batas. Saat banyak yang bilang tidak mungkin bikin Sci-Fi di Indonesia, hari ini hasil kerja keras tim kami hadir,” ujar Upie Guava di depan media dan penonton.
Inspirasi dari Astronot Pertama Indonesia
Alur cerita film terinspirasi dari Pratiwi Sudarmono, astronot pertama Indonesia terpilih tahun 1986.
“Kami abadikan sosok Ibu Pratiwi agar anak-anak berani bermimpi jadi astronot dan taklukkan dunia,” tambah Upie.
Raffi Ahmad Puji Kualitas Sineas Lokal
Raffi Ahmad takjub dengan detail visual dan pesan moralnya.
“Ini bukan karya instan, butuh 5 tahun energi luar biasa. Anak-anak kita tak kalah dengan luar negeri. Indonesia sudah di level baru,” pujinya.
Ia mengajak warga Makassar nonton film edukatif ini.
Produser Dedi Reynando tekankan genre Sci-Fi sebagai literasi masa depan
“Film ini picu imajinasi anak agar siap isi Indonesia Emas 2045, keluar bioskop dengan mimpi besar,” katanya.
Messi Gusti cerita tantangan syuting kostum robot berat dan panas, sementara Robot Batik ciptaan Bimo Kusumo gabungkan budaya lokal dengan teknologi futuristik.
Bimo Kusumo (Pemeran “Robot Batik”): Karakter Beridentitas Lokal
”Meskipun ini film fiksi ilmiah yang futuristik, kami tetap memasukkan identitas kuat melalui karakter ‘Robot Batik’. Melalui suara dan karakter ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi masa depan pun bisa memiliki jiwa Indonesia yang kental dan tetap keren di mata dunia.”ungkapnya.
Screening ditutup sesi foto bersama dan ajakan dukung film anak Indonesia melalui Pelangi di Mars.


Tidak ada komentar